PENERIMAAN CPNS

Lima jabatan tanpa peserta SKB CPNS Kemkumham 2017

Peserta bersiap mengikuti ujian SKD menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) dalam seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Kampus Stie Amkop jalan Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9/2017)
Peserta bersiap mengikuti ujian SKD menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) dalam seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Kampus Stie Amkop jalan Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9/2017) | Darwin Fatir /Antara Foto

Sebanyak 9.639 peserta dinyatakan berhak mengikuti tes selanjutnya setelah melewati Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kementerian Hukum dan HAM 2017. Terdapat lima jabatan tanpa peserta tes selanjutnya dari kualifikasi dokter dan S1 ini.

Kementerian Hukum dan HAM telah mengumumkan nama-nama pelamar CPNS yang lolos untuk mengikuti ujian SKB, dari 19 jabatan dengan kualifikasi S1 yang sedang melakukan rekrutmen. Hasil tes SKD tersebut diumumkan pada 20 September, setelah tes SKD yang diselenggarakan sejak 11 hingga 16 September lalu.

Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan RB No. 22 Tahun 2017 tentang Nilai Ambang Batas SKD CPNS Tahun 2017, peserta harus memenuhi nilai ambang batas 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi; 80 untuk Tes Intelegensia Umum; dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan.

Nilai ambang batas ini dikecualikan bagi peserta dengan kriteria formasi cumlaude, penyandang disabilitas, dan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis. Kelulusan mereka akan ditentukan berdasarkan ranking.

Dalam peraturan lain, ditentukan bahwa jumlah peserta yang dapat mengikuti tes lanjutan, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai yang telah memenuhi ambang batas.

Berdasarkan aturan tersebut, hanya 9.639 peserta yang dinyatakan dapat mengikuti tes selanjutnya, meski ada 24.235 peserta seleksi CPNS yang lolos ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam seleksi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM 2017.

Mereka akan mengikuti tes selanjutnya masih dengan sistem CAT, yang dijadwalkan berlangsung mulai 9 hingga 11 Oktober 2017.

Dalam pengumuman Kemkumham, dari 19 jabatan berkualifikasi dokter dan S1 yang dibuka, hanya 14 jabatan yang pesertanya dinyatakan lolos untuk mengikuti tes berikutnya. Kelima jabatan itu untuk dokter, masing-masing menyediakan satu formasi.

Lima jabatan yang tak ada dalam pengumuman itu adalah Dokter Spesialis Kulit dan kelamin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pertama, Dokter Spesialis Anak Pertama, Dokter Spesialis Ginekologi Pertama, dan Dokter Anastesi Pertama.

Adapun jabatan dengan daftar peserta lolos terbanyak adalah Analis Keimigrasian Pertama, dengan total 6.842 orang. Mereka terbagi dalam tiga formasi, 688 berstatus cumlaude; 5.404 dengan status formasi umum pria; dan 750 formasi umum wanita.

Peserta dengan status cumlaude yang lolos totalnya berjumlah 1.039, tersebar di 12 jabatan. Paling banyak di jabatan Analis Keimigrasian Pertama, kemudian di jabatan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama, sebanyak 186 orang.

Dari formasi disabilitas fisik, terdapat tiga peserta lolos untuk satu formasi pada jabatan Analis Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Formasi disabilitas yang dikecualikan dari nilai ambang batas ini, ketiga peserta masing-masing meraih nilai total 346, 340, dan 338 dalam tes SKD.

Peraih nilai total tertinggi selama mengikuti tes SKD adalah 429, atas nama Astrid Natalia Marpaung yang mendaftar di jabatan Analis Keimigrasian Pertama dari formasi umum wanita. Sedangkan nilai terendah yang lolos adalah 298, datang dari pelamar jabatan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama untuk formasi umum pria.

Capaian itu sesuai ambang batas yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan RB No. 22 Tahun 2017. Artinya, dari sembilan ribu peserta yang berhak mengikuti SKB, nilai SKD-nya pada rentang 298 hingga 429.

Sementara, untuk proses seleksi dengan kualifikasi Pendidikan SLTA Sederajat dan Diploma III di Kemkumham, tes SKD akan diselenggarakan pada 25 September hingga 3 Oktober 2017, dengan metode yang sama CAT, atau Computer Assisted Test.

Mereka yang dinyatakan lulus verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan dalam pengumuman pada 20 September 2017, berhak mengikuti tes SKD dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peserta wajib hadir mengikuti seleksi kompetensi dasar sesuai jadwal, waktu dan tempat yang telah ditentukan;
  2. Peserta wajib membawa: (a) Kartu Peserta Ujian asli; (b) Kartu Tanda Penduduk (lffP) asli/ Surat Keterangan Perekaman Kependudukan. Bagi peserta yang tidak membawa KTP karena hilang, wajib menunjukan surat kehilangan dari kepolisian dan membawa kartu keluarga yang mencantumkan NIK sesuai dengan yang terdaftar di SSCN (BKN) serta menunjukkan ijasah SLTA asli;
  3. Peserta yang tidak sesuai identitas/fisik dengan data yang terdapat di kartu peserta ujian serta terindikasi akan melakukan kecurangan, tidak dapat mengikuti ujian;
  4. Peserta wajib memakai pakaian rapi dan sopan, yaitu kemeja putih tanpa corak, celana panjang hitam, sepatu, dan bagi peserta yang berhijab menggunakan hijab berwama hitam polos;
  5. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan ujian;
  6. Peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mengikuti tahapan seleki dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, dinyatakan gugur;
  7. Bagi peserta dan pengantar tidak diperkenankan memarkir kendaraan roda empat atau roda dua di dalam lingkungan tempat pelaksanaan ujian;
  8. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri, jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan di luar tanggung jawab panitia;
  9. Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
  10. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta.

Dalam tes SKD sebelumnya, terdapat pelanggaran yang sepele hingga fatal. Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyelenggarakan ujian, masih bisa menolerir kelalaian sepele. Namun tak ada maaf bagi peserta curang dalam proses seleksi ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR