Lima topik percakapan media sosial pekan kedua Oktober

Elanto Wijoyono (kiri).
Elanto Wijoyono (kiri). | Andreas Fitri Atmoko /ANTARA FOTO

Netizen menaruh perhatian terhadap sejumlah topik percakapan utama pada pekan kedua Oktober (4 - 11 Oktober 2015). Mulai dari beberapa insiatif warga, hingga perkara politik-pemerintahan nan serius macam rencana revisi UU KPK.

Berikut kami hadirkan rangkuman dari lima topik pilihan di antaranya.

Elanto Wijoyono dan video dugaan pungli polisi

Aktivis asal Yogyakarta, Elanto Wijoyono kembali jadi buah bibir di media sosial. Kali ini, lewat video investigasinya yang menampilkan dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum polisi.

Elanto merekam peristiwa itu di Pojok Beteng Wetan, (perempatan Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Parangtritis), Yogyakarta. Di wilayah tersebut, ada aturan bagi kendaraan bermuatan besar, yang hanya bisa melintas pada jam-jam tertentu.

Namun, dalam video rekaman Elanto, sejumlah truk terlihat bebas memasuki wilayah itu. Dua orang kernet diduga telah atau hendak menitipkan "sesuatu" kepada petugas polisi.

"Saya tidak tendensius menuduh (ada pungli). Di dalam video dan tulisan (di media sosial), saya tidak melempar kalimat tuduhan. Sebagai warga, saya hanya bertanya apa yang sebenarnya terjadi," jelas Elanto.

Elanto juga mengajak warga untuk terlibat aktif dalam gerakan mengawasi laku korupsi yang dilakukan aparat negara.

Ia turut mengingatkan agar dalam melaporkan dugaan seperti korupsi, tidak perlu tendensius (baca:menuduh sepihak), tapi cukup dengan menyajikan fakta temuan mereka.

Elanto mulai dikenal sejak aksi mengadang konvoi motor gede (moge) di Yogyakarta, pada pertengahan Agustus silam.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyetir angkutan kota (angkot) dalam acara Angkot Day di Terminal Dago, Bandung (20 September 2013).
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyetir angkutan kota (angkot) dalam acara Angkot Day di Terminal Dago, Bandung (20 September 2013). | Prima Mulia /TEMPO

Kasus Angkot 05 di Bandung

Pengguna Twitter asal Bandung menyampaikan keluhan atas perilaku sejumlah sopir Angkutan Kota (angkot) trayek 05, jurusan Cicaheum - Cibaduyut.

Sorotan bermula dari kasus pemukulan yang dilakukan oknum sopir angkot 05. Korban pemukulan adalah penumpang bernama Ade Rohmat. Melalui Twitter, @ader_rr menyebarkan kabar pemukulan ini, Senin (5/10/2015).

Pemukulan dipicu oleh uang kembalian. "Saya kasih lima ribu, dikembalikan cuman seribu. Saya coba minta lagi seribu rupiah, malah dipukul. Sopir itu juga sempat memaki saya," kata Ade.

Menurutnya, selama ini dia hanya membayar Rp3.000 untuk jalur Cigereleng ke Leuwi Panjang.

Solidaritas muncul, tagar #UsutTuntasAngkot05 menjadi salah satu kanal penyampaian kritik, hingga keluh-kesah seputar angot 05.

Keluhan warga mendapat respon dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Kepada PRFM Bandung, tokoh yang karib disapa Emil itu mengatakan akan mengkaji kembali soal Angkot 05, dengan melakukan pemanggilan pengurus dan para sopir.

Aksi mendukung KPK di Yogyakarta, 7 Oktober 2012.
Aksi mendukung KPK di Yogyakarta, 7 Oktober 2012. | Suryo Wibowo /TEMPO

Kritik atas rencana DPR merevisi UU KPK

DPR berencana merevisi Undang-undang No.30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar menuai sentimen negatif di kalangan netizen.

Rabu (7/10/2015), Beritagar.id sempat mengurasi lima komentar menarik dari linimasa Twitter seputar topik ini.

Di layanan petisi daring Change.org, muncul petisi bertajuk Jangan Bunuh KPK, Hentikan Revisi UU KPK.

Hingga Minggu (11/10), petisi itu telah meraih sekitar 39 ribu tandatangan. Petisi itu digagas alumni Sekolah Antikorupsi (SAKTI), yang diasuh Indonesia Corruption Watch.

Mereka menuntut, Ketua DPR RI untuk menghentikan pembahasan revisi UU KPK, dan mencabutnya dari rencana legislasi DPR. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menolak usulan revisi UU KPK.

Beritagar.id juga melakukan penelusuran terhadap kiprah akun-akun media sosial KPK. Hasilnya, akun-akun itu terlihat punya prestasi bagus, memiliki jutaan pengikut, hingga masuk dalam daftar lembaga pemerintah terpopuler sedunia.

Di Twitter, @KPK_RI masuk 20 besar lembaga pemerintahan terpopuler sedunia. Adapun di Facebook, laman Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi satu-satunya organisasi asal Indonesia di daftar 100 besar lembaga pemerintahan terpopuler sedunia.

Pelajar melintas di depan Monumen Pembangunan Tambun Bungai yang diselimuti asap pekat, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/10).
Pelajar melintas di depan Monumen Pembangunan Tambun Bungai yang diselimuti asap pekat, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/10). | Rosa Panggabean /ANTARA FOTO

Kabut asap dan aksi patungan

Netizen terus menaruh perhatian pada bencana kabut asap yang melanda wilayah Sumatera, dan Kalimantan. Perbincangan seputar topik ini telah menyita perhatian paling tidak sebulan terakhir.

Termasuk dengan bermunculannya kampanye penggalangan dana di ranah daring (online). Misalnya di layanan penggalanangan dana, Kitabisa hingga saat ini ada 17 kampanye pengumpulan dana seputar bencana ini. 11 di antaranya masih berlangsung.

Secara keseluruhan, penggalangan dana itu telah mengumpulkan dana kemanusiaan sekitar Rp128 juta, Minggu (11/10).

Masing-masing proyek juga punya fokus bantuan yang akan diberikan. Misalnya, kampanye Riau Bernapas! yang digagas Davin Rusady, yang fokus pada upaya menambal kebutuhan masker dan inhaler bagi warga terdampak asap di wilayah provinsi Riau.

Ada juga proyek #MelawanAsap, yang diinsiasi oleh SIKAP (Solidaritas Indonesia untuk Anak Korban Asap). Mereka fokus pada usaha pemenuhan kebutuhan dasar para anak korban asap, antara lain masker, tabung oksigen, dan pejernih udara (air purifier).

Justin Bieber
Justin Bieber | Guillame Horcajuelo /EPA

Foto polos Justin Bieber jadi buah bibir

Penyanyi Justin Bieber (21) jadi buah bibir setelah foto polosnya beredar di internet. Foto itu pertama kali dipublikasikan The New York Daily News (NYDN), pada 7 Oktober 2015.

Foto yang dipublikasikan NYDN menyensor bagian tubuh nan "privat" milik Bieber. Namun entah bagaimana caranya, agaknya seseorang telah menyebar versi tanpa-sensor dari foto itu ke linimasa.

Tersebarnya foto itu memicu pembelaan dari para penggemar setia Bieber. Mereka menyebut foto itu menyalahi privasi, dan mengampanyekan tagar #RespectJustinsPrivacy. Di sisi lain, foto itu juga menjelma meme, dalam beragam versi.

Adapun, Bieber dilaporkan keberatan atas tersebarnya foto-foto itu. Tim hukumnya telah mengirim surat kepada sejumlah media agar menghentikan penyebaran foto itu.

The Independent melaporkan bahwa foto itu diambil oleh FameFlynet. Agen foto khusus dunia selebritas dan hiburan itu mengklaim foto tersebut tidak melanggar privasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR