Lima topik sorotan netizen minggu pertama Oktober

Kolase kiri ke kanan (atas): Salim Kancil, Joko Widodo, G 30 S, Adlun Fiqri, Gading Gajah, Joko Widodo.
Kolase kiri ke kanan (atas): Salim Kancil, Joko Widodo, G 30 S, Adlun Fiqri, Gading Gajah, Joko Widodo. | Kolase /ANTARA FOTO

Dalam sepekan terakhir (27 September - 4 Oktober 2015), ada sejumlah topik yang menjadi sorotan netizen.

Antara lain publik media sosial berhasil menggiring perhatian publik dan media pada kasus pembunuhan Salim Kancil.

Ada juga, cerita kemenangan netizen saat mendesak layanan e-dagang memperketat aturan penjualan produk dengan bahan dasar gading gajah.

Berikut kami hadirkan rangkuman lima topik menarik di linimasa dalam sepekan terakhir.

Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). | Reno Esnir /ANTARA FOTO

Advokasi kasus Salim Kancil

Boleh disebut, publik media sosial menjadi salah satu garda terdepan yang mendorong kasus pembunuhan warga desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Salim Kancil (46) menjadi sorotan dalam pemberitaan nasional.

Sabtu (26/9/2015), Salim menjadi korban kekerasan sekelompok orang, yang diduga suruhan Kepala Desa Selok Awar-Awar. Aktivitas Salim yang menolak penambangan di wilayah itu diduga sebagai pemicu pembunuhan.

Kabar terbunuhnya Salim mulai tersiar di media sosial, antara lain disebar akun-akun milik organisasi non-pemerintah dan aktivis.

Keriuhan topik ini mulai terasa pada Senin (28/9). Saat itu kata kunci macam "Salim Kancil" dan tagar #SalimKancil mulai meningkat. Sejak itu, percakapan netizen turut diimbangi pemberitaan media.

Pada Selasa (29/9), solidaritas untuk Salim Kancil menguat hingga berbuah tren. Desakan pengusutan kasus ini juga muncul lewat petisi. Seorang musisi asal Malang bahkan membuat lagu didedikasikan untuk Salim Kancil.

Perkembangan terakhir, kasus ini telah menyeret Kepala Desa Selok Awar Awar, Hariyono sebagai tersangka penambangan liar, serta pembunuhan Salim Kancil, dan penganiayaan Tosan (51 tahun).

Selain Hariyono, ada juga 22 nama tersangka dalam kasus penganiayaan dan pembunuhan ini.

Pedagang menunjukkan organ satwa dilindungi yang dijajakan di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (12/9).
Pedagang menunjukkan organ satwa dilindungi yang dijajakan di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (12/9). | Irwansyah Putra /ANTARA FOTO

Petisi menolak penjualan gading gajah di layanan e-dagang raih kemenangan

Dokter hewan, Wisnu Wardhana menggagas petisi daring, guna menolak penjualan produk-produk gading gajah, yang dijajakan di sejumlah layanan e-dagang (e-commerce, electronic commerce).

Secara khusus, petisi itu menyorot perdagangan produk gading gajah di Tokopedia.com, Bukalapak.com, dan Lazada.co.id.

Kematian Yongki, gajah jinak anggota Elephant Patrol Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), menjadi pemicu kehadiran petisi ini. Yongki diduga menjadi korban para pemburu gading.

Petisi di laman Change.org itu menuai lebih dari 28 ribu dukungan. Sekaligus diklaim mendapatkan kemenangan, menyusul respon yang diberikan oleh ketiga layanan e-dagang yang menjadi sasaran petisi.

Diorama penyerbuan G30S/PKI di Museum Jenderal Besar AH Nasution, Jakarta.
Diorama penyerbuan G30S/PKI di Museum Jenderal Besar AH Nasution, Jakarta. | Akbar Nugroho Gumay / ANTARA FOTO

#G30SPKI dan anak muda

Tagar #G30SPKI memuncaki topik tren Twitter Indonesia, Rabu (30/9/2015). Bertepatan dengan peringatan 50 tahun meletusnya Gerakan 30 September (1965).

Di sisi lain, ada catatan kritis seputar penggunaan istilah G30S/PKI yang dinilai erat dengan klaim sejarah Orde Baru. Sejarah resmi Indonesia mencatat, sejumlah perwira menengah Angkatan Darat (AD) melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh orang jenderal.

Para pelaku berdalih mengamankan Presiden Soekarno dari upaya penggulingan, yang konon direncanakan Dewan Jenderal--beranggotakan para jenderal yang diculik. Buku-buku sejarah Orde Baru, menuding PKI sebagai dalang di balik aksi itu.

Namun, tak sedikit yang meragukan klaim sejarah Orde Baru itu. Hal itu membuat istilah G30S/PKI dianggap kurang tepat. Beberapa lebih suka menyebutnya G30S saja atau "Gerakan 30 September".

Pada peringatan Gerakan 30 September tahun ini, muncul tagar lainnya misal #50Tahun65. Kicauan dalam tagar #50Tahun65 lebih banyak melihat perkara ini dalam sudut pandang korban--yang dibantai dan menjadi tahanan politik.

Sekadar pengingat, Gerakan 30 September telah menjadikan PKI sebagai sasaran penumpasan. Operasi dilakukan oleh Angkatan Darat bergandengan dengan sejumlah ormas. Perkiraan korban tewas akibat aksi penumpasan PKI, berkisar antara 78 ribu sampai 2 juta orang.

Korban adalah anggota, simpatisan, hingga mereka yang dicap PKI. Itu belum termasuk ribuan lainnya yang menjadi tahanan politik.

Di sisi lain, momen peringatan ini juga berbuah meme di linimasa Twitter. Mungkin bisa dilihat sebagai cara anak muda merespon peristiwa ini.

(Ilustrasi) Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi titik api di Kalimantan Selatan.
(Ilustrasi) Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi titik api di Kalimantan Selatan. | Setpres/Cahyo /ANTARA FOTO

Robot dan pseudonim terlibat pro-kontra soal Jokowi

Selama sepekan terakhir, hadir perang tagar di linimasa Twitter, yang "seakan-akan" menggambarkan pro-kontra terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Beritagar.id melacak fenomena ini lewat dua tagar utama yang sempat bergantian memuncaki topik tren Twitter Indonesia, #StepDownJokowiJK (kontra-Jokowi), dan #SupportPresidenRI (pro-Jokowi).

Hasilnya menunjukkan, kedua tagar itu dipenuhi dengan akun-akun robot dan pseudonim. Dengan temuan itu, sulit untuk menyebut kedua tren itu melejit karena pro-kontra yang alamiah.

Adapun soal pergantian tagar dari hari-ke-hari, agaknya sengaja dilakukan untuk menempatkannya di daftar topik tren Twitter.

Padahal isinya pun nyaris seragam, bila yang pro mengirim sentimen positif, pun sebaliknya yang kontra menebar sentimen negatif.

Sebagai catatan, Twitter memang menyaring kicauan dan tren, antara lain bila dianggap, "Menge-Tweet topik/hashtag yang sama berulang-ulang tanpa menambahkan nilai pada percakapan dengan tujuan agar topik menempati tren atau berada di tren lebih tinggi."

Kicauan seperti itu bisa dideteksi sebagai spam oleh Twittter.

Tangkapan layar akun Facebook Adlun Fiqri.
Tangkapan layar akun Facebook Adlun Fiqri. | Istimewa /Facebook

Adlun Fiqri dan video dugaan polisi terima suap

Mahasiswa Universitas Khairun, Adlun Fiqri Sigoro menjadi tahanan Kepolisian Resort Ternate. Ia menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik kepolisian, karena mengunggah video bertajuk Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate di Youtube.

Adlun dijerat pasal 27 ayat (3) UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam video tersebut, Adlun sempat menangkap momen transaksi dugaan suap--disebut polisi sebagai uang titipan sidang--antara polisi dan pengendara yang kena tilang.

Adlun ditahan sejak tanggal 28 September 2015. Pemuda yang sehari-hari bergiat bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Maluku Utara (AMAN Malut) dan Literasi Jalanan itu, juga disebut mengalami pemukulan selama proses penahahan.

Solidaritas berdatangan di media sosial. Tagar #SaveAdlunFiqri dan #SaveAdlun terlihat cukup ramai dibagikan netizen. Kritik atas penahanan Adlun pun berdatangan.

"Seharusnya polisi tidak menangkap Adlun. Sebaliknya, mereka harus memproses (baca:memeriksa) anggota yang kedapatan (menerima suap) dalam video itu," kata Ketua AMAN Malut, Munadi Kilkoda, yang dihubungi Beritagar.id lewat telepon, Jumat (10/2).

Adapun Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), yang menyatakan penetapan Adlun sebagai tersangka oleh Polres Ternate adalah, "tindakan yang tidak tepat dan diduga sewenang wenang."

Belakangan Adlun telah dilepaskan, setelah mendapat penangguhan penahanan. Meski begitu kasusnya masih terus berjalan. Kapolda Maluku Utara Brigjen Zulkarnain pun sudah angkat bicara atas perkembangan terkini ini. Ia berharap agar Adlun dibebaskan dari tuntutan.

"Saya berharap tidak sebatas penangguhan penahanan. Tidak berhenti di situ," ujar Zulkarnain dikutip Detikcom, Sabtu (3/10).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR