Lima tuntutan demonstran kuning

Ribuan warga Malaysia diperkirakan akan mengelar protes untuk kedua kalinya di Kuala Lumpur Malaysia, mendesak PM Najib Razak untuk mudur menyusul skandal keuangan.
Ribuan warga Malaysia diperkirakan akan mengelar protes untuk kedua kalinya di Kuala Lumpur Malaysia, mendesak PM Najib Razak untuk mudur menyusul skandal keuangan. | Ritchie B Tongo /EPA

Puluhan ribu orang memenuhi jalanan Kuala Lumpur dan beberapa kota Malaysia, menuntut turunnya PM Najib Razak terkait aliran dana RM2,6 miliar atau lebih dari Rp9 triliun ke rekeningnya.

Dilansir BBC, perempuan lelaki, tua muda berbaju kuning lambang oposisi tumpah ruah di jalanan dalam aksi yang disebut Bersih4.

Salah seorang penyelenggara aksi, Maria Chin Abdullah, menegaskan tuntutan agar Perdana Menteri Najib Razak mundur secepatnya.

"Tujuan kita adalah agar Najib 'undur'," seru Chin dalam orasinya di hadapan para demonstran.

"Kita sampaikan pesan bagi para anggota parlemen dan partai politik dan siapapun di parlemen, bahwa kita inginkan diajukannya mosi tidak percaya untuk Najib," katanya pula.

Dan massa menyahutnya dengan teriakan lantang, "setujuuuu!"

Unjuk rasa ini berlanjut hingga hari Minggu (30/8/2015). Dan sebagian demonstran siap untuk bertahan di posisi mereka sepanjang malam.

Saat berbicara kepada Ging Ginanjar dari BBC ia berada di Jalan Tuanku Abdul Rahman. Ia sudah datang sejak pagi, bersama sejumlah kawannya.

"Saya ingin mengungkapkan pendapat saya, seperti banyak kawan lainnya, yang menginginkan pemerintahan yang bersih, karenanya saya pikir PM Najib harus turun."

Untuk itu, katanya, ia akan bertahan selama mungkin dalam aksi yang akan berlangsung hingga Minggu.

Sabtu (29/8) malam, katanya, akan ada sejumlah orasi yang ia akan hadir.

"Sebetulnya turunnya Najib tidaklah cukup," kata Faruq.

"Kalau pun dia turun, terus diganti timbalan (wakil)nya, dan pemerintahan berjalan sama saja, ya tidak ada artinya."

"Kami ingin terjadinya suatu evolusi, atau reformasi, agar politik Malaysia lebih matang dan maju," tegasnya.

Ia menunjuk empat tuntutan Bersih4 yang juga terpampang di berbagai tempat, juga di punggung kaos kuning para pengunjuk rasa: Pilihan Ray (Pemilu) Bersih, Kerajaan (pemerintahan) Bersih, Selamatkan Ekonomi, Hak Membantah (Berpendapat).

Lima tuntutan lain demonstran

Liputan6.com mencatat ada 5 tuntutan lain yang disuarakan para demonstran.

Kelima tuntutan tersebut yaitu pemilihan umum yang bebas dan adil, pemerintah yang transparan, hak untuk berdemonstrasi, diperkuatnya sistem parlementer, serta diselamatkannya ekonomi nasional.

Protes yang dilakukan dengan memakai kaos kuning itu berpangkal dari dugaan penggelapan dana yang dilakukan Perdana Menteri Najib.

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan sebanyak USD700 juta yang berkaitan dengan 1MDB, perusahaan penanam modal milik negara yang dirundung utang, telah dialihkan ke rekening pribadi Najib.

Najib membantah telah mengambil dana masyarakat tersebut untuk kepentingan pribadi.

Para demonstran juga menyebut kehadiran polisi dan larangan pemakaian kaos kuning dari pemerintah mencerminkan tekad Najib untuk tetap berkuasa setelah pengungkapan dugaan korupsi.

Dana berjumlah hampir USD700 juta disetorkan ke rekeningnya sebelum Pemilu Nasional 2013.

Najib menolak tudingan

PM Najib mengatakan ia tak ingin adanya "provokasi," dan bahwa "apapun ketidak-sepakatan dan kesalah-pahaman di antara kita, Hari Merdeka tidaklah pantas digunakan sebagai panggung bagi sengketa politik.

PM Najib dituding menerima RM2,6 miliar, dari 1MDB, lembaga yang ia dirikan tahun 2009 untuk mencoba membuat Kuala Lumpur menjadi sebuah pusat keuangan.

Para menteri mengatakan, tak ada yang keliru ihwal dana itu, karena merupakan "sumbangan politik" biasa dari sumber-sumber Timur Tengah yang tak disebut jati dirinya.

1MDB sendiri mengatakan tak pernah memberikan uang pada PM Najib dan menuding semua tuduhan itu sebagai "tak berdasar."

Namun bekas orang kuat Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa ia tak percaya uang itu merupakan sumbangan, dan menyerukan PM Najib untuk mundur.

Sejauh ini PM Najib masih menikmati dukungan penuh koalisi Barisan Nasional yang berkuasa, serta partainya, UMNO.

Awal bulan ini, pihak berwenang membekukan dua surat kabar dan memblokade akses terhadap situs web yang melaporkan skandal menyangkut 1MDB. Langkah ini menimbulkan protes besar.

Apa itu 1MDB?

  1. 1Malaysia Development Berhad menyebut dana investasi yang dicairkan di bawah Pemerintahan Najib pada 2009 bermaksud untuk mengubah ekonomi Malaysia menjadi salah satu Negara berpenghasilan tinggi.
  2. Banyak kritik menyebut dana tersebut terlalu berlebihan untuk banyak dana investasi dan menarik banyak biaya untuk disetorkan ke Bank Goldman Sachs.
  3. Aksi ini mulai menarik perhatian pada akhir 2014 saat Malaysia tidak membayar kewajiban kepada kreditor. Lalu hal tersebut semakin menyebar ketika dana utang membesar menjadi USD11 triliun.
  4. Komisi Anti-Korupsi Malaysia mengaku telah melakukan verifikasi bahwa uang tersebut adalah donasi dari donor anonim.
  5. Najib dituduh telah mengambil USD700 juta dari dana tersebut.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR