INTERNASIONAL

Listrik di London juga bisa mendadak padam

Para komuter tampak menunggu kereta ThamesLink di sebuah stasiun di London saat terjadi blackout pada Jumat (9/8/2019).
Para komuter tampak menunggu kereta ThamesLink di sebuah stasiun di London saat terjadi blackout pada Jumat (9/8/2019). | Andy Rain /EPA-EFE

Sepertinya PLN tak perlu berkecil hati. Padamnya listrik secara mendadak ternyata tak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Negara maju seperti Inggris pun bisa mengalaminya.

Pada Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 16.40 waktu setempat (pukul 22.40 WIB), aliran listrik di London dan sebagian besar kawasan tenggara Inggris mendadak terhenti. Kekacauan pun segera terjadi karena listrik padam tepat di jam sibuk, saat orang-orang pulang kantor.

Transportasi kacau dan banyak kereta bawah tanah (London Underground) yang terhenti di tengah jalan. Ratusan orang tertahan dan kebingungan di stasiun, terutama stasiun besar seperti King's Cross dan Euston.

Seorang penumpang, Zoe Hebblethwaite, kepada BBC bercerita bahwa situasi amat kacau karena para penumpang tak bisa menemukan petugas yang bisa menjelaskan apa yang tengah terjadi.

Jalanan pun mengalami kemacetan karena beberapa lampu lalu lintas padam. Transport for London (TFL), kepada situs Metro mengatakan bahwa polisi segera bergerak mengatur arus lalu lintas di daerah yang lampu lalu lintasnya padam.

Bandara Heathrow, Gatwick, dan Luton yang aman, tak terpengaruh oleh padamnya listrik. Namun listrik di Bandara Newcastle sempat padam, walau hanya 15 menit karena generator segera bekerja.

Situasinya bisa dibilang mirip dengan yang terjadi di Jakarta saat aliran listrik PLN untuk wilayah bagian barat Jawa mendadak padam pada Minggu (4/8/2019).

Bedanya, putusnya aliran listrik di Inggris tersebut hanya berlangsung selama sekitar dua jam. pada pukul 18.30 waktu setempat, National Grid--penyedia transmisi listrik ke rumah-rumah di Inggris--mengumumkan situasi telah kembali normal.

Walau demikian, butuh waktu lebih lama bagi sistem transportasi umum di Inggris untuk pulih kembali. Hingga pukul 21.00, lebih dari 1.000 penumpang tampak masih terlantar di King's Cross. National Rail--pengelola kereta di London--meminta mereka pulang atau mencari sarana transportasi lain.

Sekitar 936.000 pelanggan listrik di berbagai kawasan, yang dilayani oleh UK Power Networks, Western Power Distribution, Northern Powergrid, dan Electricity North West, dikabarkan terdampak putusnya aliran listrik tersebut.

Apakah pohon sengon jadi biang keladinya? National Grid belum mengumumkan penyebab insiden tersebut secara rinci. Mereka hanya menyatakan bahwa terjadi kegagalan sistem di dua stasiun pembangkit tenaga listrik dan telah diperbaiki.

Selain itu ada masalah lain yang mungkin berkontribusi pada blackout tersebut, yaitu stasiun pembangkit di Yorkshire yang mendadak kelebihan kapasitas.

EnAppSys, perusahaan konsultan energi, kepada The Guardian menyatakan ada kemungkinan putusnya aliran listrik itu disebabkan mendadak matinya ladang angin di lepas pantai Hornsea, yang dimiliki perusahaan Denmark, Orsted, dan pembangkit bertenaga gas Little Barford, yang dimiliki perusahaan besar Jerman, RWE.

Data National Grid menunjukkan tenaga kedua generator itu mendadak berkurang pada waktu bersamaan. Akibatnya stasiun transmisi kelihangan frekuensi dan jaringan pun secara otomatis memutuskan hubungan. Listrik pun padam.

Walau demikian, menurut juru bicara EnAppSys, seharusnya sistem milik dua perusahaan itu bisa segera mengatasi masalah tersebut. "Hal ini menunjukkan ada masalah lain yang mungkin terjadi saat dua generator itu mengalami trip," ujarnya.

BBC memperkirakan masalah lain tersebut adalah kelebihan kapasitas yang dialami oleh pembangkit listrik terbesar di Inggris yang terletak di Yorkshire.

Ofgem, lembaga pemerintah yang mengawasi pasar gas dan listrik di Inggris, mengancam akan "mengambil langkah hukum" jika National Grid tidak segera melaporkan secara detail apa penyebab padamnya listrik tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR