NATAL DAN TAHUN BARU

Lonjakan arus kendaraan dan jalur rawan longsor jelang libur panjang

Pekerja melintas di pintu keluar jalan tol Pandaan-Malang di Karanglo, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).
Pekerja melintas di pintu keluar jalan tol Pandaan-Malang di Karanglo, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). | Ari Bowo Sucipto /Antara Foto

Puncak arus kendaraan pada liburan Natal dan Tahun Baru diperkirakan bakal terjadi dalam dua gelombang, yaitu 21-25 Desember 2018 dan 28 Desember 2018-1 Januari 2019. Di tengah libur panjang itu, masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana seperti jalur rawan longsor.

Dalam menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta PT Kereta Api Indonesia meningkatkan pelayanan, pengawasan, dan kewaspadaan. Budi mengingatkan untuk memperketat pengamanan baik di stasiun maupun di perjalanan, salah satunya dengan berkoordinasi dengan TNI/Polri.

"Pelayanan itu harus disertai perencanaan aksi-aksi detil berkaitan apa yang sudah kita hadapi, pasti ada hari-hari puncak saya minta KAI mempersiapkan semaksimal mungkin kapasitas yang ada," kata Budi Karya dilansir Antaranews.

Budi menambahkan PT KAI juga harus antisipasi daerah rawan bencana, seperti longsor di musim hujan serta lintasan sebidang. Budi meyakini persiapan dan koordinasi oleh KAI akan berjalan baik.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan sudah siap menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Kenaikan penumpang selama musim liburan itu diperkirakan mencapai empat persen dari 5,1 juta penumpang menjadi 5,3 juta penumpang.

Menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2018/2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan angkutan Natal dan Tahun Baru 2018/2019 selama 18 hari, yakni dari 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Adapun puncak arus mudik melalui KAI yaitu diproyeksikan pada 22-23 Desember 2018.

Dari aspek sarana KA, tahun ini KAI menyiagakan 444 unit lokomotif dan satu unit lokomotif cadangan, serta 1.637 unit kereta dan 218 unit kereta cadangan.

KAI menyiapkan 346 perjalanan KA reguler serta 48 perjalanan KA tambahan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini.

Total kereta yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun baru kali ini adalah 394 perjalanan. Jumlah itu meningkat lima persen dibandingkan dengan tahun lalu, yakni sebesar 375 perjalanan.

Edi mengatakan KAI mendeteksi sebanyak 305 titik rawan berupa banjir, longsor, dan amblas di sepanjang jalur kereta di Jawa-Sumatera. Untuk itu, KAI menyiapkan alat material untuk siaga antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi untuk jembatan, dan alat penambat rel di titik-titik yang telah ditentukan.

Potensi adanya longsor bencana lainnya juga diungkapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Cuaca di hampir seluruh wilayah Indonesia masuk musim hujan dengan curah hujan yang sangat tinggi sehingga banyak wilayah yang rawan terkena gerakan tanah.

"Potensi ancaman pada bulan Desember 2018 hingga menjelang Tahun Baru 2019 nanti diperkirakan akan tetap tinggi," kata Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto.

PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh gubernur untuk mewaspadai potensi terjadinya gerakan tanah atau longsor. Dalam edaran itu, termuat peta jalur rawan longsor di setiap provinsi sebagai kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru.

PVMBG mengharapkan gubernur melakukan inspeksi titik rawan longsor dan dipasang rambu waspada longsor untuk mencegah terjadinya korban bagi pengguna jalan dan masyarakat. "Peta peringatan ini mengenai rekomendasi kewaspadaan saat melintasi jalur jalan rawan longsor," kata Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar dalam suratnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR