Lontarkan ide potong gaji PNS demi Rio, Menpora kena kritik

Menpora Imam Nahrawi memegang bendera Merah Putih bersama pebalap Rio Haryanto, di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).
Menpora Imam Nahrawi memegang bendera Merah Putih bersama pebalap Rio Haryanto, di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).
© Egan /kemenpora.go.id

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, melempar gagasan untuk memotong gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian, demi mendukung Rio Haryanto berlaga di kompetisi balap, Formula 1 (F1).

Pernyataan itu termuat dalam majalah Tempo (29 Februari - 6 Maret 2016).

"Kalau semua kementerian mau potong gaji, katakanlah 50 persen, satu bulan saja, coba hitung: ada berapa ribu orang. Artinya, kalau ada anak bangsa yang bercita-cita mengguncang dunia dengan Merah Putih, lalu kita mendukungnya dengan cara itu, kan cakep?" kata Imam, dalam wawancaranya dengan Tempo.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif itu akan dimulai di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bahkan, Imam menyebut pemotongan gaji akan berlaku hingga pegawai terendah sekalipun.

Saat ditanya soal kemungkinan gagasannya menuai protes, Imam pun berusaha meluruskan pernyataannya. Ia mengatakan bahwa pemotongan itu hanya "seikhlasnya". "Saya ingin menjadikan ini sebagai pemicu," kata dia.

Di linimasa Twitter, pernyataan Imam menjadi viral, setelah dikicaukan oleh akun @imanbr. Akun dengan 57 ribu pengikut itu membagikan gambar yang memuat petikan wawancara Imam itu. Kicauan tersebut meraih sekitar 230 retweet, Selasa (1/3/2016).

Sejumlah netizen juga angkat bicara dalam topik ini. Alhasil, linimasa diramaikan dengan sejumlah kicauan bersentimen negatif yang merespons gagasan Menteri Imam itu.

Belakangan, Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, berusaha menerangkan kembali gagasan tersebut.

Dilansir CNN Indonesia, Gatot menerangkan bahwa inisiatif itu tak wajib bagi pegawai Kemenpora. Pun memang diharapkan inisiatif serupa dilakukan kementerian lain.

"Pak Menteri (Imam) juga telah melaporkan inisiatif ini ke presiden agar tak menimbulkan kegaduhan. Intinya presiden memaklumi tapi tata kelola pengumpulannya harus jelas, transparan profesional, dan sistematis," ujar Gatot.

Gatot juga menegaskan bahwa pemotongan gaji itu tidak akan menghentikan usaha penggalangan dana yang lain.

Hingga saat ini, belum terungkap jumlah uang setoran Rio kepada Manor Racing --timnya di kompetisi F1. Sejauh ini yang terungkap hanya: Dana sponsor dari Pertamina sebesar EUR5 juta (sekitar Rp75 miliar); Dana internal Rio EUR3 juta (sekitar Rp50 miliar).

Ongkos yang harus dibayar Rio diperkirakan berkisar antara EUR10 - 15 juta. Ongkos itu mesti dibayar, karena status Rio sebagai pay driver. Praktik itu lazim di F1, yang mengharuskan setiap pebalap pemula memiliki sponsor, agar mendapat kursi dalam balapan jet darat itu.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.