TRANSPORTASI MASSAL

LRT Cibubur-Cawang beroperasi resmi mulai Oktober 2019

Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) meninggalkan Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta, Selasa (13/8/2019). LRT ruas Cawang - Cibubur dijadwalkan beroperasi pada Oktober 2019.
Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) meninggalkan Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta, Selasa (13/8/2019). LRT ruas Cawang - Cibubur dijadwalkan beroperasi pada Oktober 2019. |

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan proyek Light Rail Transit (LRT) tahap 1 untuk rute Cibubur - Cawang bisa beroperasi pada akhir Oktober 2019. Hal itu diungkapkan Rini saat meninjau Stasiun Harjamukti di Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat (23/8/2019).

"Saya ke sini untuk memastikan proyek LRT Lintas Cibubur-Cawang berjalan on track, dan kita targetkan beroperasi komersial di akhir Oktober. Sebelum beroperasi, tentunya ada tahapan testing dan simulasi untuk mengecek betul kesiapannya baik jalur, listrik dan lain-lain," ungkap Rini dalam siaran pers.

Rini menambahkan, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengurus sertifikasi dan izin demi operasi komersial LRT.

Saat ini proyek LRT jalur Cibubur-Cawang telah mencapai 85 persen. Sementara pada September mendatang, Kementerian BUMN menjadwalkan uji operasi dan simulasi dengan satu set kereta sebagai permulaan sebelum dilanjut dengan tiga hingga empat set kereta untuk melaju pergi-pulang (PP).

"Nanti satu set LRT itu membawa 6 gerbong dengan kapasitas 1.200 penumpang. Keretanya sudah siap dari PT INKA (Persero). Saya optimistis bisa selesai sesuai target dan kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenhub untuk izin dan sertifikatnya," tukas Rini.

Proyek LRT di Jakarta yang dibangun sejak September 2015 ini memiliki tiga trase. Masing-masing Cibubur-Cawang sejauh 13,7 kilometer (km), Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km, dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 km.

Ruas LRT Cibubur-Cawang akan singgah di lima stasiun. Masing-masing Stasiun Harjamukti, Stasiun Ciracas, Stasiun Kampung Rambutan, Stasiun Taman Mini, dan Stasiun Cawang.

Sedangkan soal tarif per penumpang, Rini belum mau berbicara karena masih fokus pada kesiapan tata layanan. Namun, Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI (Persero) John Roberto, pada Februari lalu sempat mengatakan tarif LRT adalah Rp12.000 per orang.

"Penetapan tarif Rp12.000 itu dilihat dari tarif keekonomian kita. Kalau kita hitung (tarif LRT Jabodebek) sekitar Rp30.000 tapi pemerintah memandang masyarakat itu mampu Rp12.000 flat sekali jalan,” kata John dalam lansiran Antaranews.

Tinggal urusan stasiun

Direktur Utama Adhi Karya sebagai perusahaan pengembang, Budi Harto, mengatakan secara keseluruhan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 64,4 persen. Pihaknya hanya tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir di stasiun, terutama Stasiun Cawang yang akan menjadi titik transit.

"Rel sudah, listrik sudah, tinggal kita menyelesaikan stasiun-stasiunnya saja," katanya seraya optimistis bahwa semua pekerjaan akan selesai sesuai target.

Ia menambahkan, keunggulan proyek LRT Jabodebek adalah penggunaan U-shape girder yang merupakan gelagar konstruksi berbentuk ‘U' pertama di Indonesia. Apalagi gelagar tersebut diproduksi oleh anak perusahaan ADHI, PT Adhi Persada Beton.

Menteri BUMN Rini Soemarno (dua kiri) meninjau kesiapan teknis LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (23/8/2019).
Menteri BUMN Rini Soemarno (dua kiri) meninjau kesiapan teknis LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (23/8/2019). | Kementerian BUMN

U-shape girder memiliki keunikan dengan bentuk tipis dan ramping, serta memiliki kelebihan ramah gempa dan mampu mengurangi bunyi kebisingan kereta. Selain itu, ADHI juga menggunakan longspan atau bentang panjang di beberapa titik seperti di JORR, Cililitan, dan Cikoko yang telah terhubung pada 29 Maret lalu.

Bahkan bentang di atas JORR saat ini yang terpanjang di dunia dengan ukuran 90 meter. Bentang terpanjang sebelumnya di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan ukuran 74 meter.

Adapun satu permasalahan tersisa dalam urusan stasiun adalah akses jalan. Misalnya, Stasiun Harjamukti yang juga menjadi depo sementara (temporary pitstop) LRT.

Stasiun ini terletak di dekat Cibubur Junction yang tepat berada di samping jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagowari). Rini mengatakan sudah menyiapkan akses masuk-keluar melalui Kwarnas Pramuka Cibubur.

Rini mengakui bahwa akses jalan ke Stasiun Harjamukti sudah lama dibahas. Ia mengklaim urusan itu akan segera selesai.

"Harapannya, bisa segera selesai dan mendukung operasional LRT Jabodebek. Tinggal finalisasi kerja sama sehingga penumpang bisa melalui area Kwarnas," ujar Rini.

Selain tiga trase LRT yang disebut di atas, ada pula LRT yang melayani rute Velodrome Rawamangun di Jakarta Timur ke Kepala Gading di Jakarta Utara. Sementara Palembang, Sumatra Selatan, menjadi kota pertama yang memiliki LRT.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR