Ragam hukuman buat paedofil

Terdakwa pelecehan seksual terhadap anak-anak (paedofilia), Peter Smith (baju putih), usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 26 Februari 2007. Peter Smith divonis 10 tahun dan denda Rp 75 juta subsider 3 bulan penjara.
Terdakwa pelecehan seksual terhadap anak-anak (paedofilia), Peter Smith (baju putih), usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 26 Februari 2007. Peter Smith divonis 10 tahun dan denda Rp 75 juta subsider 3 bulan penjara. | Ayu Ambong /TEMPO

Kasus pemerkosaan anak tak putus-putus juga. Padahal sejumlah pelaku mendapat hukuman berat. Sebutlah misalnya Robot Gedek. Pengadilan telah memutus ia dihukum mati.

Namun toh itu tak membuat jera pelaku lain. Bahkan beberapa pelaku malah lebih sadis. Babe Baekuni, misalnya.

Di negara lain, debat hukuman bagi pelaku paedofil juga riuh rendah. Mereka menambah hukuman dengan makin berat. Kelompok pembela HAM menolak. Tapi kasus ini tetap muncul lagi.

Berikut hukuman-hukuman bagi paedofil di negara lain.

Jerman

Kebiri

Bersama Republik Ceko, Jerman adalah negara Eropa yang terakhir mengizinkan hukuman orchiektomi. Hukuman ini, pelaku kejahatan seksual testisnya dibedah.

Para terpidana sebelumnya diberitahu mengenai dampak dan kemungkinan efek sampingan hukuman itu serta menandatangani pernyataan bersedia.

Selain itu, terpidana harus berusia di atas 25 tahun. Jerman mempertahankan hukuman ini dengan alasan menurunkan jumlah kejahatan.

Rusia

Suntik Kebiri atau hukuman seumur hidup

Parlemen Rusia, November 2014 lalu membuat aturan baru mengatur siapa pelaku kejahatan seksual kepada anak, yakni mereka yang di bawah umur 14 tahun, bisa dikenakan hukuman suntik kebiri. Sedangkan pelaku yang mengulangi perbuatannya, dipenjara seumur hidupnya.

Dalam aturan mereka, pengadilan akan meminta psikiater memeriksa pelaku sehingga ada pertimbangan psikis dan medis yang bisa mendukung hukuman ini. Tapi, aturan ini juga membuka peluang pelaku untuk meminta suntik kebiri sukarela, jika korban mereka berumur 14 tahun ke atas.

Arab

Dipenggal

Seorang pria, yang tak disebutkan namanya, dihukum penggal pada tahun 2009 karena telah memerkosa beberapa anak kecil. Pria umur 22 tahun itu mengincar anak-anak umur 3-7 tahun.

Dia menawari tumpangan para korban selepas sekolah. Korban biasanya dibawa ke gurun pasir dan diperkosa. Salah satu korban bahkan dibiarkan hingga tewas kehausan. Tapi, salah satu korban berhasil lolos dan selamat. Ini membantu identifikasi polisi. Dan hasilnya benar sesuai dengan laporan ayah korban yang lain.

Filipina

Hukuman mati

Peter Scully pria Australia menghadapi hukuman mati karena kejahatan seksual, penyiksaan hingga pembunuhan terhadap anak-anak di Cagayan de Oro di Pulau Mindanao pada tahun 2011.

Scully mengeksploitasi kemiskinan yang ada di sekitarnya, Dia menawarkan bantuan pendidikan dan makanan kepada anak-anak. Tapi belakangan, anak-anak itu dia siksa, perkosa hingga dibunuh.

Aksinya ini ia rekam dan videonya ia perjual belikan. Dua diantara korbannya, yang masih berumur 12 tahun berhasil melarikan diri. Dua bocah ini bisa mengantarkan polisi ke tempat Scully.

Scully, pertengahan tahun ini diajukan ke pengadilan setempat. Ia menghadapi tuntutan hukuman mati.

Indonesia

Hukuman penjara hingga hukuman mati

Dari kasus Robot Gedek dan Babe Baekuni hukuman mati telah dijatuhkan. Pada kasus lain, hukuman penjara 15 tahun juga diberlakukan. Tapi beberapa pihak menilai hukuman ini kurang bisa bekerja.

Saat ini, Undang- Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak hanya memakai ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. KPAI mengusulkan suntik kebiri, Anggota DPR mengusulkan hukuman mati.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR