Malam berdarah di parkiran tempat hiburan Bogor

Foto Ilustrasi untuk kejadian penembakan di Bogor, Sabtu (20/1/2018)
Foto Ilustrasi untuk kejadian penembakan di Bogor, Sabtu (20/1/2018) | Pixabay /Pixabay

Letusan tembakan memecahkan malam menuju dini hari yang dingin di Kota Bogor, Sabtu (20/1/2018). Satu orang tewas tergeletak akibat tembakan.

Perkelahian di parkiran di depan bar dan kafe di Bogor berujung dengan kematian. Sang penembak pun mengalami luka dan koma karena dikeroyok.

Korban tewas adalah kader Partai Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor yang tertembak senjata anggota kepolisian dari Brimob, yaitu Brigadir Satu R.

Polisi Kota Bogor, Jawa Barat tengah menyelidiki kasus perkelahian yang melibatkan anggota polisi dari Brimob Kelapa Dua itu. Penembakan terjadi di parkiran depan Lipps Club Bogor, Sukasari, Bogor Timur. Jawa Barat.

"Kajiannya Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB terjadi perkelahian antara anggota kita dengan masyarakat," kata Kepala Bidang Hukum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Ikhsantyo Bagus Pramono melalui Antaranews, Minggu (21/1/2018).

Bagus mengatakan bahwa berdasarkan interogasi di lokasi kejadian, perkelahian itu menyebabkan anggota Brimob Kelapa Dua mengalami koma dan kritis. Anggota Brimob itu dirawat di RS Kramatjati, sedangkan seorang warga sipil tewas karena terkena tembakan senjata api.

"Ini perkelahian, ada perebutan senjata api. Kita datangi lokasi, sementara masih pendalaman, dari mana anggota, dalam rangka apa, semua masih pendalaman," kata Bagus.

Menurut Bagus, anggota yang terlibat perkelahian tersebut berada di sana bersama dengan calon istrinya. Sementara senjata yang digunakannya merupakan perlengkapan perorangan Polri yang dilengkapi surat-surat kepemilikan.

"Kami masih lakukan penyelidikan, mengumpulkan saksi-saksi, dan informasi akan terus diperbaiki," kata Bagus.

Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman menegaskan insiden tertembaknya kader partai Fernando AJ Wowor tak ada kaitannya dengan institusi Polri maupun partai Gerindra. Insiden itu murni kriminal jalanan.

"Saya sampaikan ini bukan institusi melawan institusi, tetapi ini murni kriminal jalanan lah seperti itu," kata Habiburokhman melalui detikcom, Minggu (21/1/2018).

Habiburokhman membeberkan kronologi kejadian penembakan itu berdasarkan penutuan dari Rio Endika Putra Pradana, rekan Fernando yang berada di lokasi kejadian. Ketika itu, rombongan Fernando hendak makan di Dunkin Donuts sekitar jam 02.00.

Saat perjalanan menuju Dunkin, parkiran pas di samping Dunkin terlihat penuh. Kemudian diarahkan oleh tukang parkir Lips untuk parkir di depan ruko-ruko kebetulan ada kosong satu.

Saat belok, mobil diadang oleh satu orang laki-laki muda berkendaraan motor gede merek BMW warna abu-abu. Dia mainkan gas motornya seakan sedang acara konvoi. Setelah itu, dia teriak, "Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?" kata Habiburokhman menirukan pengakuan Rio.

Penumpang dalam mobil, bernama Arif turun memberikan pengertian, sambil menyarankan agar mengambil sebelah kiri mobil, karena jalan lebar. Tiba-tiba dia makin naik pitam sambil mencabut pistol dan mengokang senjata yang moncongnya diarahkan ke kaca depan mobil.

Rio pun turun, berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi bukannya makin dingin, malah semakin menjadi. Kemudian, pistol itu diarahkan ke kepala Arif.

"Dia makin marah, moncong pistolnya digetok-getokin ke kepala Arif. Saya yang khawatir, spontan meraih senjata guna menghindari hal berbahaya itu, tetapi bebarengan dengan lepasnya pandangan dia ke saya, dan Arief karena dia melihat almarhum turun dari mobil," kata Rio.

Rio dibantu Fernando berusaha merebut pistol dengan memiting leher pelaku sampai jatuh dari motor gedenya. Saat itu warga sekitar ikut memukul pembawa pistol ini dan suasana menjadi kacau.

"Tiba-tiba, di saat saya fokus, ada orang tarik muka saya dari belakang sekaligus mencakar pipi saya. Akhirnya lepas lah saya dari usaha merebut pistol tadi dengan spontan saya balik badan."

Dor. Suara tembakan di tengah kondisi kacau. Fernando Wowor tumbang. Rio kemudian berusaha merebut lagi pistol dan berhasil. Penembak kemudian menjadi sasaran pemukulan.

Fernando dibawa ke Rumah Sakit Vania di jalan Siliwangi Bogor. Namun, nyawa Fernando tak tertolong. Sementara penembak dilarikan ke Rumah Sakit PMI Bogor.

Habiburokhman meminta polisi memproses Briptu R. Pihaknya meminta Polri bertanggung jawab atas meninggalnya salah satu kader Gerindra tersebut.

"Kami mempercayakan pengusutan masalah ini kepada kepolisian, dan kami berharap agar pihak kepolisian bisa bekerja maksimal sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Habiburokhman.

BACA JUGA