KAWASAN EKONOMI KHUSUS

Mandalika juga disiapkan untuk balap F1

Sejumlah pedagang kain tenun melintas di kawasan wisata Kuta Beach Park The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/5/2019).
Sejumlah pedagang kain tenun melintas di kawasan wisata Kuta Beach Park The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/5/2019). | Ahmad Subaidi /AntaraFoto

Mandalika menjajaki kesempatan untuk bisa jadi tuan rumah laga balap mobil kelas internasional, Formula (F1).

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer mengatakan penjajakan tersebut menyusul arahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang menginginkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini semakin mendongkrak citra Indonesia di dunia.

Proses penjajakan bakal dimulai dengan melakukan pendekatan kepada penyelenggara F1. Jika tembus, rencana desain yang bakal diajukan ITDC dipastikan tidak akan banyak mengalami banyak perubahan dari struktur untuk MotoGP.

“Hanya ada perlakuan untuk top soil dan beberapa sinyal-sinyal atau sensor yang harus kita tambahkan karena sifatnya agak berbeda,” kata Abdulbar usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Dengan perlakuan demikian, maka rencana penyelenggaraan F1 diperkirakan tidak akan menambah beban yang signifikan pada sisi anggaran dan teknis jalan.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir optimistis, penyelenggaraan MotoGP 2021 bisa memancing perhatian internasional, khususnya investor, untuk menyelenggarakan perhelatan olahraga kelas dunia di Indonesia.

Terlebih, tahun 2023 adalah momentum bagi Asia untuk menggelar sejumlah laga besar seperti Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023. Maka harapan Indonesia untuk menggelar F1 tidak akan terlalu sulit untuk diwujudkan.

“Di situ kita melihat kesempatan. Tidak hanya kesempatan sebagai penyelenggara, tetapi juga bagaimana kita kaitkan dengan investasi ke depan, investasi pariwisata,” kata Erick di tempat yang sama.

Mandalika punya potensi untuk dilirik oleh penyelenggara F1. Mei 2018, Direktur Promosi dan Relasi Bisnis F1 Chloe Targett-Adams pernah berujar sirkuit untuk F1 tidak selalu harus berada di tengah kota.

Sirkuit bisa dibangun di tempat yang bisa memberikan pengalaman baru bagi F1.

Chloe memberi contoh sirkuit Spa-Francorchamps di Belgia. “Spa tidak berada di kota, Spa merupakan lokasi yang luar biasa dengan atmosfer hutan Ardennes, tidak jauh dari ibu kota Belgia, Brussel,” kata Chloe, dikutip dari Bola Sport (h/t Crash).

Tahun ini, F1 rencananya bakal digelar di Miami. Sementara untuk 2020, Moroko, Afrika Utara, disebut-sebut jadi incaran lokasi balap mobil paling bergengsi di dunia ini.

Persiapan MotoGP baru seperempat jalan

Sebelum beranjak membicarakan rencana F1, ITDC perlu fokus merampungkan pembangunan seluruh infrastruktur pendukung MotoGP 2021 terlebih dahulu.

Dari pantauan Beritagar.id, pekan lalu, penyelesaian megaproyek KEK Mandalika masih memerlukan banyak dukungan.

Pembangunan fisik untuk infrastruktur besar seperti akses jalan dari Bandara Internasional Lombok menuju Mandalika hingga rencana pembuatan sirkuit jalanan (street circuit) belum tampak ancang-ancangnya.

Sementara beberapa fasilitas yang telah dibangun di antaranya seperti masjid, Kuta Beach Park, dan 538 lot dan kios untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang diberi nama kawasan Bazaar Mandalika.

Abdulbar mengatakan sirkuit baru akan dibangun paling lambat Oktober 2019. Sebab saat ini tahapan yang sedang berlangsung adalah homologasi, yakni sinkronisasi desain sirkuit trek sehingga memenuhi standar yang dipasang Federasi Motor Internasional.

“Jadi desain sudah selesai, sudah di-approve Dorna. Kemudian desainnya akan didetailkan. Selama ini kan desainnya dalam kertas, sekarang penyesuaian langsung dengan lokasi,” kata Barry, sapaan lain Abdulbar, di Kuta Mandalika.

Sementara untuk proses pembangunan infrastruktur besar, Barry tidak bisa menjanjikan banyak hal.

Pihaknya mengaku membutuhkan banyak dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mendukung penyelesaian pembangunan di kawasan sekitar KEK Mandalika.

Ada tiga poin yang dipaparkannya. Pertama, pihaknya meminta pemerintah membangun akses jalan langsung dari bandara menuju KEK Mandalika.

Menurutnya, jalan yang sudah ada saat ini tidak mumpuni untuk dijadikan akses saat MotoGP berlangsung. Usulannya adalah pembangunan jalan baru berupa jalur bypass dari bandara menuju arena.

Kedua, sebagai pengelola KEK Mandalika, Barry berharap pemerintah turut mendukung proses pengembangan melalui perluasan Bandara Internasional Lombok.

Salah satunya dengan menambah panjang runway dari saat ini 2.750 kilometer (km) menjadi lebih dari 3.250 km. Selain itu, dibutuhkan juga penambahan apron dan terminal di dalam bandara untuk menampung lonjakan penumpang.

Sebab ITDC menargetkan akan ada 200.000-300.000 wisatawan, baik lokal maupun internasional, bakal menghadiri ajang balap kelas dunia tersebut.

Ketiga, selain bandara, ITDC juga mengharapkan pemerintah menjadikan Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, sebagai hub penyeberangan yang mampu menampung kapal-kapal dari mulai feri hingga pesiar.

Presiden Jokowi telah menyatakan kesanggupannya untuk mendukung dan mempercepat pembangunan di Mandalika.

Di bawah komando Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jokowi meyakinkan publik bahwa pembangunan jalan dan pelebaran bandara itu sudah dimulai.

"Bypass, tapi gede banget. Melebihi tol, 50 meter (lebarnya). Nanti dilihat. Gambarnya sudah ditunjukkan ke saya," kata Jokowi.

Jokowi pun optimistis, perkara sengketa lahan yang kerap jadi penghambat dalam proses pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan Pemerintah Provinsi NTB. "Kita bisa bicara kok, ngapain harus ngotot-ngototan," tandas Jokowi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR