E-COMMERCE

Mayoritas THR diprediksi lari ke e-commerce

Pekerja menyiapkan sebuah paket dari situs belanja daring, Zalora, sebelum dikirim kepada konsumen.
Pekerja menyiapkan sebuah paket dari situs belanja daring, Zalora, sebelum dikirim kepada konsumen. | Narong Sangnak /EPA

Lapak perniagaan daring (e-commerce) diprediksi bakal melonjak khususnya setelah tunjangan hari raya (THR) dicairkan, dua pekan sebelum Idulfitri 2019.

Merujuk hasil riset yang disusun Snapcart—perusahaan rintisan jaringan big data berbasis belanja, sebanyak 60 persen dari 1.000 responden mengaku bakal menggunakan uang THRnya untuk berbelanja.

Dari persentase itu, sebanyak 91 persen di antaranya sepakat mengatakan akan berbelanja di gerai e-commerce.

Country Sales and Operation Snapcart Indonesia Eko Wicaksono memaparkan dalam siaran persnya, Kamis (9/5/2019), kecenderungan menggunakan uang THR untuk berbelanja lebih tinggi di kalangan responden perempuan, yakni mencapai 64 persen.

Sementara bagi kelompok responden laki-laki, hanya 54 persen di antaranya saja yang mengaku bakal membelanjakan THRnya di lapak daring.

Pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris jadi pilihan barang yang paling banyak dipilih responden perempuan, sedang laki-laki lebih berminat membeli produk digital, peralatan olahraga, dan keperluan hobi lainnya.

“Tren ini cenderung merata, baik dari para responden yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, maupun di luar itu,” kata Eko.

Situs belanja Shopee jadi tujuan paling favorit. Sebanyak 57 persen responden mengaku bakal berbelanja di lapak asal Singapura itu. Persentase kedua adalah Tokopedia, 19 persen, disusul Lazada dan Bukalapak dengan masing-masing 9 persen.

Sisanya tersebar di sejumlah situs seperti JD.id, Blibli, Zalora, Elevania, Zilingo, Berrybenka, Qoo10, dan Sorabel.

Popularitas Shopee cukup mengagetkan. Pasalnya, survei 10 e-commerce dengan jumlah pengunjung paling banyak pada 2018 yang dibuat iprice menunjukkan Shopee ada di peringkat ketiga, setelah Tokopedia dan Bukalapak.

Beberapa faktor yang membuat para responden memilih membelanjakan THRnya di e-commerce dalam survei Snapcart boleh jadi dimiliki oleh Shopee. Pertama, banyak tawaran promosi. Kedua, promo gratis ongkos kirim. Ketiga, harga barang cenderung lebih miring ketimbang gerai konvensional.

Pertimbangan lainnya juga karena banyak tawaran bonus, pilihan produk yang beragam, metode pembayaran lebih lengkap, serta efisien waktu dan biaya.

Di luar dari itu, tidak semua responden bakal konsumtif menghabiskan uang THRnya untuk berbelanja. Sebab, sebanyak 65 persen responden berencana menyimpan uang THRnya dalam bentuk tabungan.

Lalu, 45 persen responden bakal bersedekah dan membayar zakat. Sekitar 25 persen menggunakan untuk keperluan liburan dan mudik. Serta 35 persen lainnya untuk berinvestasi.

Lonjakan pengiriman logistik

Perkiraan lonjakan belanja di situs online secara otomatis membuat aktivitas pengiriman barang (logistik) pun meningkat.

Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memprediksi peningkatan pengiriman harian mencapai sekitar 30 persen.

Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi dalam siaran persnya, Rabu (8/5/2019), mengatakan prediksi kenaikan itu lantaran perusahaannya turut bekerja sama dengan Bukalapak dan Tokopedia dalam memberikan promo bebas ongkos kirim kepada pelanggan yang memilih pengiriman menggunakan JNE.

Promo di Bukalapak berlangsung mulai 1-31 Mei 2019 dengan menggunakan kode “PAKAI JNE”, sementara Tokopedia dimulai pada 6-31 Mei 2019—tanpa kode promo.

Dari lonjakan itu, perusahaannya pun telah mengantisipasi dengan menambahkan personel khususnya di bagian operasional.

“Penambahan kurang lebih 10 persen untuk sumber daya manusia dan armada, dari total yang ada saat ini 45.000 karyawan dan 7.000 armada,” kata Eri.

JNE juga bakal memastikan titik-titik layanan, khususnya kantor pusat dan kantor cabang di kota-kota besar setiap provinsi, untuk melayani kebutuhan pengiriman pelanggan selama 24 jam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR