GUNUNG AGUNG MELETUS

Memahami pencabutan tanggap darurat dan status Gunung Agung tetap awas

Asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/017).
Asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/017). | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Pemerintah mencabut status tanggap darurat yang ditetapkan setelah Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali meletus sejak November lalu. Tanggap darurat telah dicabut, tetapi status Gunung Agus tetap berada di level IV atau awas.

Pencabutan status tanggap darurat itu diputuskan seusai Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas sektor pariwisata dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Sanur, Bali pada Jumat (22/12/2017).

Rapat terbatas itu menunjukkan kepada wisatawan bahwa Bali aman dikunjungi di tengah aktivitas vulkanik Gunung Agung, Kabupaten Karangasem. "Kita ingin menunjukkan kepada turis, kepada wisatawan, kepada dunia bahwa wisata di Bali aman karena memang dampak dari erupsi di Gunung Agung hanya berjarak 8-10 kilometer dari puncak gunung," kata Presiden Jokowi.

Rapat yang berlangsung di Wisma Diklat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Werdhapura, Sanur itu memutuskan meniadakan atau mencabut status tanggap darurat Bali yang diberlakukan semenjak Gunung Agung di Kabupaten Karangasem berstatus awas.

"Bali benar-benar siap untuk menerima wisatawan dan hal yang terpenting yang diputuskan oleh Bapak Presiden, bahwa istilah atau status mengenai tanggap darurat itu ditiadakan atau dicabut, tidak ada lagi," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sektor pariwisata di Bali sempat terpukul karena erupsi Gunung Agung. Sejumlah negara menerapkan travel warning.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan angka kedatangan wisatawan mancanegara di Bali yang biasanya rata-rata 15.000 sempat turun menjadi 2.000. Menjelang akhir tahun ini, wisawatan sudah kembali meningkat mencapai 12.300 orang.

"Jadi kira-kira sudah 80 persen dari kondisi normal. Jadi, saya mohon rekan-rekan media di sini menjaga suasana yang sudah kondusif ini bahwa Bali itu normal," kata Arief.

Arief mengatakan kondisi Bali normal, kecuali daerah yang 2-8 kilometer dari Gunung Agung. Sebagai bukti Bali aman dikunjungi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan keluarga akan berlibur di sana, menghabiskan waktu tahun baru di Pulau Dewata itu pada 29 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018.

Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status tanggap darurat ketika Gunung Agung meletus sejak November lalu. Status keadaan darurat yang ditetapkan kepala daerah sebagai syarat administrasi untuk memudahkan penanganan bencana.

Dengan adanya pernyataan darurat dari kepala daerah yang daerahnya mengalami bencana, maka BNPB dapat memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) ke pemda. Kemensos dapat mengeluarkan bantuan cadangan beras di gudang jika ada status tanggap darurat.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan, status tanggap darurat ternyata berdampak buruk bagi citra pariwisata Bali. Wisatawan beranggapan, kondisi darurat terjadi di seluruh Bali. Padahal tanggap darurat menyangkut penanganan pengungsi akibat letusan Gunung Agung.

"Kesannya seluruh Bali dalam keadaan darurat sehingga negara lain menerbitkan travel warning. Padahal tanggap darurat hanya soal logistik bagi pengungsi. Karena itu, istilah tanggap darurat disepakati untuk dicabut," ujar Pastika melalui Kompas.com.

Pastika menjelaskan, walau status tanggap darurat dicabut, pihaknya tetap menjamin terpenuhinya kebutuhan pengungsi, logisitik maupun keperluan lain.

Kepala Pusat Data dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bagi sebagian pihak yang belum paham pengelolaan bencana, pengertian tanggap darurat atau darurat adalah keadaan yang menunjukkan terjadinya krisis, chaos, genting dan tidak nyaman.

"Penggunaan darurat bencana di daerah lain di Indonesia selama ini tidak pernah ada masalah. Namun karena ini di Bali yang dimaknai lain oleh banyak pihak dengan arti yang lain, diksi darurat menjadi sensitif," kata Sutopo.

Bagi negara-negara asing yang jarang terjadi bencana, yang dipikirkan dengan penggunaan kata tanggap darurat sama halnya bermakna terjadinya kondisi genting dan akan dapat membahayakan warganya jika berkunjung ke Bali.

Sutopo mengatakan pemahaman yang salah seolah-olah Bali tidak aman akibat erupsi Gunung Agung itu banyak terjadi di masyarakat luar. Informasi yang berlebihan dan hoaks yang bermunculan menyebabkan beberapa negara mengeluarkan travel warning.

Setelah status tanggap darurat bencana Gunung Agung dicabut, pemerintah akan membuat Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum untuk membantu penanganan pengungsi Gunung Agung.

Status tanggap darurat untuk pengungsi dicabut, tetapi Gunung Agung tetap harus diwaspadai. Hingga sekarang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Agung berada di level IV atau awas.

Gunung Agung kembali meletus pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 11.57 waktu setempat. Kepala Subbidang Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil mengatakan, erupsi kali ini ditandai semburan asap setinggi 2.500 meter dari puncak kawah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR