Menanti kepastian SP3 Rizieq Shihab

Rizieq Shihab di depan wartawan saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta (1/2/2017).
Rizieq Shihab di depan wartawan saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta (1/2/2017). | Bagus Indahono /EPA

Berita yang menyeret nama Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab kembali mencuat. Kali ini soal surat penghentian penyidikan perkara (SP3) atas kasus percakapan elektronik bermuatan pornografi yang dituduhkan kepadanya beberapa waktu silam.

Hal ini terkuak seiring dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan tayangan bahwa Rizieq Shihab telah menerima SP3.

Dalam video berdurasi sekitar tiga menit itu, Rizieq ditemani istri dan lima anak perempuannya mengaku sudah menerima surat SP3 dan dipegang olehnya di Arab Saudi. Lelaki berusia 52 tahun itu juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pengurus Pusat FPI, pengacara, dan pemerintah Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro tak menampik kabar bahwa surat SP3 sudah dikirimkan kepolisian.

"Sudah, sudah (keluar SP3)," kata Sugito saat dikonfirmasi, Jumat (15/6/2018) seperti dikutip Okezone.

Menurut Sugito juga, dihentikannya penyidikan perkara percakapan di WhatsApp antara Rizieq dengan Firza Husein itu sudah berlangsung lama. Namun, salinan aslinya baru diterima pada Rabu (13/6).

Salinan surat tersebut kemudian dititipkannya kepada seorang kerabat yang saat itu akan bertolak ke Arab Saudi untuk diberikan ke Rizieq.

Sejumlah pihak pun menanti klarifikasi dan penjelasan polisi terkait hal tersebut.

“Ya kita sabar menunggu klarifikasi dan penjelasan dari kepolisian. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Ketua Bidang DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Sabtu (15/6).

Setali tiga uang, Demokrat dan DPR juga masih menanti klarifikasi tersebut.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean mempertanyakan kepada pihak kepolisian terkait pemeriksaan Rizieq dalam kasus ini. Bagaimana kelanjutannya, pemeriksaan, serta alasan diberikannya SP3 tersebut.

Sedangkan Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku akan mendukung langkah Polri apabila benar telah mengeluarkan SP3 tersebut demi mengendurkan ketegangan.

Namun saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono tampak enggan untuk mengomentari hal tersebut.

"Silahkan tanya ke Mabes," katanya singkat, seperti dikutip Tempo.com, Jumat (15/6).

Pada hari yang sama, Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan untuk membicarakan soal kabar mengenai SP3 terhadap kasus yang menjerat Rizieq Shihab.

Pertemuan itu, menurutnya, direncana berlangsung di Istana Bogor pada Sabtu (16/6) pukul 8.00 WIB.

"Saya tadi juga ditanya (soal SP3 Rizieq), cuma saya bilang Insyaallah besok pagi jam 8.00 ada di istana. Baru-baru Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) ada kirim kabar jam 8.00 WIB saya ada di istana, saya akan memastikan tentang informasi video (ucapan Rizieq soal SP3)," ujarnya, Jumat (15/6) yang dikutip CNNIndonesia.com.

Namun, pada Sabtu sore (16/6) ini Ngabalin mengabarkan bahwa ternyata pertemuan tersebut ditunda hingga Sabtu malam. Sebab, pagi tadi semua pihak terkait masih dalam suasana Idulftri dan masih saling berkunjung sehingga tidak memungkinkan untuk mengurus masalah tersebut.

"Insyaallah kalau tidak ada aral melintang, nanti malam setelah salat Isya itu. Mudah-mudahan dengan izin Allahi taala bisa mengabarkan tentang perkembangan mutakhir terkait dengan SP3 yang ramai dibicarakan," ujar Ngabalin kepada Tribunnews di sela-sela kunjungannya ke gelar griya (open house) Menteri Sosial, Idrus Marham, di Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana, sempat menyatakan, guna menghindari distorsi dan kesalahpahaman informasi, Rizieq akan mengumumkan sendiri kepulangannya ke Indonesia usai menerima SP3.

Pemutakhiran berita:

Pada Sabtu (16/6/2018) malam, Kepolisian RI mengonfirmasi penghentian penyidikan (SP3) kasus percakapan elektronik bermuatan pornografi yang diduga melibatkan Rizieq Shihab tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, kepada detikcom menyatakan, SP3 diputuskan karena menurut penyidik kasus tersebut pengunggah percakapan elektronik itu belum ditemukan.

BACA JUGA