INDUSTRI PENERBANGAN

Mengenal aturan tarif bagasi di industri penerbangan domestik

Penumpang berjalan di samping pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 ER, registrasi PK-LGY dengan nomor penerbangan JT633 yang terparkir setelah di "grounded" di landasan parkir pesawat Bandara Fatmawati, Bengkulu, Jumat (9/11/2018)
Penumpang berjalan di samping pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 ER, registrasi PK-LGY dengan nomor penerbangan JT633 yang terparkir setelah di "grounded" di landasan parkir pesawat Bandara Fatmawati, Bengkulu, Jumat (9/11/2018) | David Muharmansyah /Antara Foto

Maskapai nasional Lion Air dan Wings Air menghapus kebijakan bagasi gratis barang bawaan untuk layanan seluruh penerbangan domestik. Artinya, bagasi tercatat untuk penumpang akan mulai dikenai biaya mulai 8 Januari 2019.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/1/2019), mengatakan Lion Air dan Wings Air tidak lagi memberlakukan barang bawaan dan bagasi secara gratis atau cuma-cuma (free baggage allowance) mulai 8 Januari 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Perusahaan beralasan hal ini sebagai bagian dari upaya membantu setiap pelanggan dalam meminimalisasi biaya tambahan yang relatif tinggi karena kelebihan bagasi. Saat dikonfirmasi oleh Beritagar.id, Danang mengatakan kebijakan tersebut tidak menyalahi aturan penerbangan.

"Kebijakan bagasi itu merupakan wewenang maskapai, selama tidak mengurangi aspek keselamatan," ujar Danang, Minggu (6/1).

Meski sudah diumumkan ke publik, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, ternyata belum mendapat informasi bahkan berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan Lion Air Group soal penghapusan bagasi gratis tersebut.

Budi menyebut sebenarnya tidak ada masalah sepanjang Lion tidak merugikan masyarakat. "Tapi yang tidak boleh dilanggar itu safety (keselamatan) jadi kami lihat nanti," ujar Budi dikutip dari Kompas.

Menanggapi kebijakan ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Tulus Abadi, menilai penghapusan bagasi gratis oleh Lion Air dan Wings Air tidak efisien dan cenderung merepotkan bagi penumpang.

Hal ini sekaligus berpotensi menimbulkan antrian di bandara terutama saat melakukan check in. Karena itu, operator harus menjamin bahwa sistem baru tersebut tidak merepotkan konsumen dan menimbukan antrian di bandara.

"Dari sisi bisnis, hal ini bisa menjadi kontra produktif bagi maskapai, karena ada potensi bahwa konsumen bisa bermigrasi ke maskapai lain karena konsumen tak ingin repot," kata dia kepada Beritagar.id.

Ia mengingatkan penumpang pesawat terbang agar berhati-hati mengenai adanya kebijakan penghapusan bagasi gratis itu. Tulus mengatakan jangan sampai konsumen justru mendapatkan tarif mahal dengan adanya kebijakan tersebut.

"Konsumen harus cerdas jangan sampai terjebak ingin naik pesawat karena murah, tapi akhirnya malah mahal karena adanya tarif bagasi," kata Tulus.

Aturan tarif bagasi dalam penerbangan

Dalam industri penerbangan domestik, ketentuan mengenai bagasi diatur dalam pasal 22, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Beleid itu mengatur setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai, termasuk kebijakan bagasi tercatat disesuaikan dengan kelompok pelayanannya.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengelompokkan masing-masing maskapai berdasarkan layanannya masing-masing.

Sebagaimana diatur dalam pasal 3 peraturan tersebut, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services), dan pelayanan dengan standar minimum (no frills).

Dalam daftar maskapai full service terdapat satu maskapai pelat merah yakni PT. Garuda Indonesia dan PT. Batik Air. Lalu, untuk medium service terdapat PT. Trigana Air service, PT. Travel express, PT. Sriwijaya Air, PT. NAM Air, dan PT. Transnusa Air Service.

Sementara untuk layanan minimum atau no frill service terdapat enam maskapai yakni; PT. Lion Air, PT. Wings Air, PT. Indonesia AirAsia, PT. Indonesia AirAsia Extra, PT. Citilink Indonesia dan PT. Asi Pudjiastuti Aviation.

Dalam pasal 22 dijelaskan ketersediaan bagasi tercatat bagi seluruh kelompok pelayanan maskapai. Di antaranya kelompok full service paling banyak 20 kg tanpa dikenakan biaya, kelompok medium service, paling banyak 15 kg tanpa dikenakan biaya.

Sementara untuk maskapai yang masuk dalam kelompok no frills service seperti Lion Air dan Wings Air diperbolehkan menarik biaya bagasi dari penumpang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR