HUKUM PIDANA

Menghukum tukang becak, mengabaikan mobil sumber kecelakaan

| Salni Setyadi / Beritagar.id

ADIL? | Fakta persidangan dan materi dakwaan memang harus menjadi acuan. Namun tak adakah upaya hakim untuk menimbang lebih dalam? Pengadilan Negeri Ambon, Maluku, pekan lalu (20/2/2019) mengganjar penjara 18 bulan untuk tukang becak bernama Rasilu alias La Cilu (34). Lebih ringan dari tuntutan jaksa berupa dua tahun penjara.

Kesalahan Rasilu, bapak dari lima anak itu (si bungsu baru setahun), di mata jaksa dan hakim adalah menyebabkan Maryam Latanda, penumpang becaknya, meninggal dalam kecelakaan September 2018.

Becak yang ditumpangi Maryam dan Novi itu terguling setelah ditabrak sebuah mobil. Mobil itu kabur. Maryam, yang sedang sakit saat naik becak, meninggal dua hari kemudian.

Jaksa Penuntut Umum Ingrid Louhenapessy mendakwa Rasilu melanggar Pasal 310 KUHP dan Pasal (4) UU LLAJ, serta Pasal 359 KUHP sebagai dakwaan kedua.

Dalam perkara pidana ini — menurut visum, Maryam meninggal karena kecelakaan — keluarga almarhumah sempat mencabut perkara. Namun menurut Pejabat Humas PN Ambon, Herry Setyobudi, hal itu tidak bisa. Maka kasus itu pun terus diproses. Dan hasilnya adalah vonis 18 bulan oleh majelis hakim yang diketuai Ronny Felix Wuisan itu.

"Putusan ini melawan akal sehat," kata ahli hukum Abdul Fickar Hadjar di Jakarta pekan ini. "Tukang becak harus banding untuk meluruskan kekacauan berpikir yang menyebabkan kekacauan pertimbangan putusan hakim yang menghukum tukang becak," Fickar berujar (h/t detikcom).

Kini istri Rasilu, Wa Ode, harus bekerja menghidupi lima anak. Perempuan itu sehari-hari bekerja sebagai pemecah kulit kacang mete.

Lalu manakah yang benar, becak Rasilu menjadi korban tabrak lari ataukah terbalik karena Rasilu menghindari mobil di tengah hujan? Menurut berita pembacaan tuntutan pada 13 Februari, Rasilu menghindari mobil yang melaju kencang.

Salah satu kuasa hukum Rasilu, Neles Tuny, membela dalam sidang, "Dengan demikian perbuatan terdakwa tidak sengaja merampas nyawa korban dengan cara membalikkan becak yang dikayuhnya, kemudian korban yang sudah lama menderita penyakit asma ini naik becak terdakwa dengan tujuan ke RS TNI-AD dr. Latumeten." (h/t Antara Maluku)

Soal mobil, Herry mengatakan, "... Kadang itu kita itu ya, kenapa itu mobil yang tabrak nggak dicari? Itu yang belum ditemukan."

Dalam peristiwa itu Rasilu menanggung biaya pengobatan Maryam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR