PILKADA 2018

Meninggal? Calon usungan partai dan independen beda nasib

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, bakal jadi calon wakil gubernur dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018 (TribunKaltim.co, 28/2/2018).

Ia akan menggantikan Calon Wakil Gubernur Kaltim, Nusyirwan Ismail, yang meninggal dunia Selasa pekan ini. Nusyirwan meninggal karena kelelahan berkampanye, sehingga pembuluh darahnya pecah (Kompas.com, 28/2/2018).

Aturan tentang calon wali kota, bupati, dan gubernur (berikut calon-calon wakilnya) yang meninggal, ada dalam UU Pilkada.

Batas tujuh hari

Pengganti Nusyirwan harus segera ditetapkan karena itu amanat undang-undang. Dalam tempo tujuh hari setelah si calon meninggal, partai pengusung harus sudah mengusulkan calon pengganti kepada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kaltim.

Demikian tadi menurut 54 Ayat 2. Nah, jika partai pengusung tak mengusulkan pengganti, calon yang masih hidup akan gugur dalam pencalonan.

Lantas jika salah satu dari pasangan calon, dalam pilkada di mana pun, meninggal 29 hari sebelum hari pemilihan, partai pengusung tak diizinkan mengganti almarhum. Pasangan yang masih hidup akan berlaga sendirian.

Kalau sepasang calon -- ya, dua orang -- meninggal? Partai pengusung boleh mengusulkan pengganti jika pasangan itu meninggal sebelum H-29.

Calon independen

Adapun terhadap pasangan calon perorangan, jika sepasang kandidat meninggal ya selesai. Tak perlu ada pengganti (Pasal 54A Ayat 1).

Akan tetapi jika yang meninggal hanya seorang, setengah pasangan yang masih hidup dapat mengusulkan pengganti. Paling telat 30 hari sebelum hari pencoblosan. Demikian menurut Pasal 54A Ayat 2.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR