Menteri Susi tenggelamkan kapal pencuri ikan pekan depan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memberikan keterangan mengenai rencana penenggelaman kapal asing di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (15/10).
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memberikan keterangan mengenai rencana penenggelaman kapal asing di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (15/10). | Reno Esnir /ANTARA FOTO

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menenggelamkan 12 kapal yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia. Dikutip Antara, penenggelaman kapal nelayan dengan bendera Vietnam dan Thailand itu akan berlangsung di Aceh, Batam dan Pontianak pada 19-20 Oktober 2015.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan pemerintah tadinya akan menenggelamkan 16 kapal, namun ada empat kapal sedang proses peradilan sehingga pemerintah harus menunggu proses hukumnya.

Selain kapal pencuri ikan, dikutip dari Kompas.com, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengidentifikasi dua kapal tanker besar, yaitu MT Galuh Pusaka dan MT Mascot II.

Susi mengatakan MT Mascot II dengan bendera Mongolia membawa 253 ton bahan bakar solar tanpa dokumen sah.

Penangkapan kapal berbendera Mongolia ini dilakukan TNI Angkatan Laut di Dermaga Parigi Ranai. Kapal dimiliki warga Singapura atas nama Lim, seluruh anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Indonesia.

Sedangkan MT Galuh Pusaka ditemukan di perairan Tarempa, Anambas Kepulauan Riau pada 30 Juni 2014 tanpa awak dan ruang mesin tak berfungsi. "Saya menduga kapal itu melakukan phantom ship dengan tujuan untuk mendapatkan klaim asuransi perusahaan," ujar Susi melalui Metrotv.

Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah komando Susi Pudjiastuti, dalam setahun ini telah menenggelamkan 91 kapal berbendera asing. Kapal tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan, mencuri ikan di perairan Indonesia.

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Asep Burhanuddin mengatakan, penenggelaman ini bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan, Badan Keamanan Laut, dan Bea Cukai.

Penenggelaman itu merupakan hasil tangkapan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 50 kapal dan TNI Angkatan Laut 41 kapal. "Kalau ditambah 12 berarti ada103 kapal ditenggelamkan," kata dia.

Selain itu, ada 35 kapal yang telah diproses dalam proses banding dan kasasi. Mayoritas berbendera Vietnam yang tersebar di Pontianak (8 unit), Batam (12), Bitung (4), Merauke (5), Ranai (3) dan Tarempa (3).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR