FAKTA DATA CALON IBU KOTA

Merajut jalan di calon ibu kota

Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi di Jakarta dan Kalimantan Timur.
Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi di Jakarta dan Kalimantan Timur. | Lokadat /Lokadata

RUWET | Lalu lintas padat dan kemacetan menjadi pemandangan lumrah di Jakarta dan sekitarnya. Keruwetan di jalanan kerap disorot sehingga jadi satu dari banyak alasan pindahnya ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Dari sisi infrastruktur, Jakarta jauh lebih lengkap ketimbang Samarinda, Balikpapan, Kutai, Tenggarong, Penajam, dan Paser (Sambal Terong Pedas). Di Jakarta dan sekitarnya, 98 persen jalanan mulus beraspal atau beton, sedangkan Sambal Terong Pedas baru 59 persen beraspal.

Tambahan pekerjaan rumah lain bagi calon ibu kota adalah angkutan umum. Masih ada 56 persen desa di Sambal Terong Pedas belum terjamah angkutan umum.

Pemerintah mencanangkan konsep smart city smart mobility dengan pendekatan ramah lingkungan di lokasi calon ibu kota. Ada e-bike, light rail transit (LRT), dan autonomous rail rapid transit (ART). Ada juga jaringan mass rapid transit (MRT) dan bus elektrik yang menghubungkan Samarinda ke Balikpapan.

Konektivitasnya didukung jalan transkalimantan, jalan tol, jembatan, bandara, hingga kapal. Lokasi calon ibu kota baru yang dekat dengan wilayah pesisir memungkinkan dibangunnya infrastruktur konektivitas perairan.

Sambal Terong Pedas boleh jadi belum menghadapi persoalan kemacetan separah Jakarta dan sekitarnya. Apa pun perencanaan pembangunan sarana dan prasarana transportasi, semoga pindahnya ibu kota nanti tak memindahkan pula keruwetan di jalanan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR