SOROTAN MEDIA

Merapi luncurkan awan panas, status waspada tak berubah

ILustrasi: Luncuran awan panas dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/2/2019).  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat telah terjadi luncuran awan panas Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum satu kilometer ke arah Kali Gendol, dengan status gunung Waspada (level II).
ILustrasi: Luncuran awan panas dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/2/2019). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat telah terjadi luncuran awan panas Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum satu kilometer ke arah Kali Gendol, dengan status gunung Waspada (level II). | Agus Sarnyata/hnd/wsj /ANTARA FOTO

Gunung Merapi kembali terlihat aktivitas vuklanisnya. Pada Rabu, (14/8/2019) pukul 04.52 WIB, gunung yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini meluncurkan guguran awan panas dengan jarak luncur hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan jarak luncuran tersebut masih aman. Status Waspada level II belum berubah.

Kendati demikian, direkomendasikan kawasan di radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Ringkasan

  • Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas guguran erupsi Gunung Merapi terjadi pada Rabu, (14/8/2019), pukul 04.52 WIB, dengan jarak luncur hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.
  • Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi lebih kurang selama 95.80 detik.
  • Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, ditetapkan status level II atau Waspada sejak 21 Mei 2018. Sampai hari ini status tersebut belum diubah.
  • Beberapa hari sebelumnya, gunung dengan ketinggian 2.968 mdpl ini mengalami erupsi tidak menerus.
  • BPPTKG mencatat melalui rekaman seismograf pada 10 Agustus 2019 terjadi 10 gempa guguran, 1 gempa embusan, 1 gempa low frequency, 1 gempa hybrid/fase banyak dan 2 gempa tektonik jauh.
  • Terkait kondisi tersebut, kegiatan pendakian untuk sementara tidak dilakukan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan liputan6.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua covesia.com dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 12:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 03:00 WIB dengan total 5 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh suarasurabaya.net dengan 566 interaksi, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 113 interaksi. Selanjutnya viva.co.id dengan 46 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR