PEMILU 2019

Mesti ada regulasi baru untuk penempatan dapil caleg

Ilustrasi: Para calon anggota legislatif menebar pesona di Pemilu 2019 agar mendapat kursi empuk di Senayan.
Ilustrasi: Para calon anggota legislatif menebar pesona di Pemilu 2019 agar mendapat kursi empuk di Senayan. | Salni Setiadi /Beritagar.id

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan 7.991 Daftar Calon Tetap (DCT) calon anggota legislatif (caleg) yang bakal berebut 575 kursi empuk di Senayan. Sebagian besar caleg bertarung di dapil yang bukan domisilinya.

Caleg yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan mencalonkan diri di luar domisilinya menjadi fokus tulisan ini.

Dari 7.991 total caleg, Lokadata Beritagar.id menemukan sebanyak 3.937 atau 49,3 persen berasal dari Jabodetabek dan 4.054 atau 50,7 dari daerah lain.

Di wilayah Jabodetabek hanya tersedia kuota 54 kursi atau 9,4 persen dari total kursi yang tersedia. Sisanya 50,7 persen dari luar daerah, dengan jatah 521 kursi atau 90,6 persen dari total kursi DPR RI.

Lantaran jatah kursi yang hanya 9,4 persen itu, banyak caleg asal Jabodetabek yang mencalonkan di luar domisilinya. Tak heran jika masyarakat yang tidak mengenal calon wakilnya, baik dari sisi rekam jejak dan profil pribadi.

Mereka bakal berebut suara dari 192,8 juta pemilih di 80 dapil, 810.329 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 34 Provinsi, 514 Kabupaten/Kota, dan 7.201 Kecamatan.

Dari 3.937 caleg asal Jabodetabek, 2.494 di antaranya mencalonkan diri di Pulau Jawa --termasuk Jabodetabek, 754 mencalonkan diri di Pulau Sumatera, 260 di Pulau Sulawesi, 157 di Pulau Kalimantan, 120 di Bali-Nusa Tenggara-Maluku-Papua. Begitu juga dari luar Jabodetabek, dari 4.054 caleg, ada 1.735 yang mencalonkan diri di Pulau Jawa.

Menanggapi hal itu, Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Kaka Suminta mengungkapkan bahwa meski tak ada larangan, sebagai representasi rakyat di daerah maka anggota DPR perlu ada keterikatan dengan para pemilihnya.

Kaka menandaskan, asal domisili para calon wakil rakyat juga mesti menjadi bahan pertimbangan masyarakat untuk tak memilihnya.

"Kasihan kalau sampai memilih yang tak perhatian pada dapilnya. Memang harus ada reformasi dalam tubuh partai dan regulasi (baru) untuk mengatur itu," tandasnya kepada Beritagar.id, Selasa (16/4/2019).

Anggota legislatif, tambahnya, dituntut keseriusan dan kontribusi yang selaras dengan aspirasi rakyat di dapil masing-masing.

Andalkan popularitas

Pada Pemilu 2019 ini, jumlah caleg yang berdomisili di Jabodetabek masih mendominasi, kecuali caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memiliki 32,3 persen caleg asal Jabodetabek dari total 533 orang.

Sementara itu, sembilan partai lainnya memiliki caleg dengan domisili Jabodetabek yang jumlahnya melebihi 50 persen. Sedangkan enam partai hanya memiliki caleg asal Jabodetabek kurang dari 50 persen.

Jika wakil rakyat tinggal di luar dapilnya, bagaimana mereka bisa memahami kebutuhan warga dan berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan dapilnya?

Dari 575 kursi empuk di Senayan, ada 525 orang caleg yang termasuk kategori petahana. Artinya 91,3 persen anggota DPR RI periode 2014-19 belum mau kehilangan kursi mereka.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni, banyak partai yang mengusung calon-calon baru dari masing-masing dapil.

Namun, kata Titi, banyak juga wajah baru itu yang berdomisili di Ibu Kota (Jabodetabek) dan berasal dari kalangan artis atau orang-orang yang populer di mata masyarakat.

"Alasannya, partai politik memiliki kepentingan supaya caleg yang mereka usung bisa mengamankan posisi suara partai di dalam perebutan kursi di Pemilu 2019," jelasnya.

Partai politik, sebutnya, berusaha menjaga suara dengan memastikan bahwa para caleg yang mereka usung bisa menarik perhatian para pemilih sehingga mampu meraup suara sebanyak-banyaknya.

Menjadi caleg sebutnya, mesti memiliki modal sosial yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi basis pengumpulan suara partai.

Sebetulnya, untuk mengetahui caleg yang berlaga di dapil pemilih masing-masing ini bisa dilakukan dengan meneliti profil mereka di Daftar Calon Tetap Pemilihan Anggota Legislatif 2019 pada laman resmi KPU.

Para pemilih juga bisa mencermati rekam jejak para caleg di sejumlah web yang dibuat para relawan seperti calegpedia.id, rekamjejak.net, pintarmemilih.id, dan jariungu.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR