SERBA-SERBI PILEG 2019

Metode sunat kursi partai politik

Simulasi penghitungan kursi Pemilu 2014 dan 2019 dengan metode Sainte Lague dan BPP.
Simulasi penghitungan kursi Pemilu 2014 dan 2019 dengan metode Sainte Lague dan BPP. | Lokadata /Lokadata

SUNAT | Cara kerja yang bersistem alias metode belum tentu memuaskan semua orang. Selalu ada yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Pun dalam metode penghitungan suara dalam Pemilu Legislatif 2019 yang menggunakan Sainte Lague.

KPU telah menetapkan 575 anggota legislatif periode 2019-2024 pada Sabtu (31/8/2019). Meski sudah ditetapkan sorotan terhadap metode penghitungan terus bergulir.

Lewat metode Sainte Lague, sejumlah partai --terutama pendukung pemerintah-- dianggap meraup untung ketimbang menggunakan metode bilangan pembagi pemilih (BPP). Sisi lain, sejumlah partai oposisi kursinya kena sunat karena metode Sainte Lague.

Sainte Lague baru dipakai pada Pemilu 2019 ini. Sebelumnya, penghitungan suara Pemilu 2014 menggunakan metode bilangan pembagi pemilih (BPP).

Lokadata membuat simulasi jumlah kursi hasil Pemilu 2014 dan 2019 dengan dua metode: Sainte Lague murni dan BPP.

Pada Pemilu 2014, jumlah kursi PDIP, Golkar, dan PKB masing-masing 109, 91, dan 47. Kalau saja pemilu lima tahun lalu itu menggunakan Sainte Lague, jumlah kursi Golkar akan bertambah 3 kursi, PDIP dan PKB menambah masing-masing 1 kursi. Jadi, ketiga partai itu dirugikan karena metode BPP.

Sebaliknya, Gerindra, PAN, PKS, dan PPP bakal tersunat kursinya kalau saja Pemilu 2014 menggunakan Sainte Lague. Dengan kata lain, ketiga partai itu diuntungkan lewat metode BPP pada Pemilu 2014.

Setelah Sainte Lague diterapkan pada Pemilu 2019, PDIP menjadi partai yang paling beruntung. Kalau saja Pemilu 2019 menggunakan metode BPP, PDIP bisa kehilangan 5 kursi. Buntung bagi Gerindra yang kehilangan potensi 4 kursi tambahan karena Sainte Lague.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR