Misteri perempuan asal Serang, terduga pembunuh abang Kim Jong-un

Gambar rekaman kamera pengawas di Bandar Udara Kuala Lumpur International, Sepang, Malaysia, menunjukkan seorang perempuan berkaos putih yang diduga sebagai salah satu pembunuh Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada Rabu (15/02/2017).
Gambar rekaman kamera pengawas di Bandar Udara Kuala Lumpur International, Sepang, Malaysia, menunjukkan seorang perempuan berkaos putih yang diduga sebagai salah satu pembunuh Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada Rabu (15/02/2017). | uncredited /ASSOCIATED PRESS

Sosok wanita berkaos putih bertuliskan "LOL" itu terlihat pada rekaman kamera pengawas Bandara Udara Kuala Lumpur International, Sepang, Malaysia, pada Rabu (15/02/2017). Ia tampak modis dengan rambut sebahu berponi, rok mini biru, celana legging merah muda, sepatu datar, dan tas kecil berselempang di bahunya.

Tampilannya ini seolah ia hanya gadis remaja yang sedang berada di pintu keluar bandara tersebut. Tapi Kepolisian Malaysia meyakini ia adalah salah satu dari dua perempuan yang terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Pembunuhan Kim Jong-nam masih menjadi misteri. Berbagai spekulasi muncul soal motif pembunuhannya. Banyak pihak meyakini, ia dibunuh dengan cara diracun ketika berada di bandara atas perintah pemerintah Korea Utara. Tapi sampai sekarang tidak ada bukti yang mendukung spekulasi tersebut.

Yang menarik, dua perempuan yang terlibat dalam pembunuhan itu memiliki paspor bukan dari negara komunis tersebut. Mereka berpaspor Vietnam dan Indonesia. Tapi belum jelas perempuan berkaos "LOL" itu berpaspor yang mana. Keduanya telah ditangkap Kepolisian Malaysia untuk ditahan selama tujuh hari sambil menunggu proses persidangan.

Wanita yang memiliki paspor Indonesia bernama Siti Aishah, berasal dari Serang, Banten, dengan tanggal lahir 11 Februari 1992. Ia ditangkap pagi tadi, sekitar pukul 02.00 setempat. "Dia diidentifikasi berdasarkan rekaman CCTV (kamera pengawas) di bandara dan sedang sendirian saat ditangkap," kata Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar.

Beberapa saat sebelum kematiannya, Kim Jong-nam berada di bandara untuk pergi ke Makau. Laki-laki berusia 45 tahun itu sedang berjalan di terminal keberangkatan ketika mendadak mendapat penyerangan. "Dia mengatakan kepada resepsionis seseorang memegang wajahnya dari belakang dan menyemprotkan cairan kepadanya," kata Komandan Badan Reserse Selangor, Fadzil Ahmat.

Setelah itu, Kim Jong-nam mengalami pusing, meminta tolong, dan hampir pingsan. Di klinik bandara, korban sudah merasa tidak enak badan. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Putrajaya, tapi nyawanya tidak tertolong.

Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum bisa memastikan lelaki yang meninggal dan bepergian dengan nama Kim Cholitu itu memang benar Kim Jong-nam. Namun, pihak Korea Selatan telah membenarkan hal itu.

"Para pembunuhnya adalah mata-mata Korea Utara yang punya kemampuan khusus sebagai pembunuh," kata seorang sumber kepada media Jepang. Pemerintah Jepang mengakui mendapat informasi adanya pembunuhan tersebut dan terus mengumpulkan informasi bersama Korea Selatan.

Selama ini Kim Jong-nam hidup jauh dari publikasi sejak adik tirinya mengambil alih kekuasaan ayah mereka, Kim Jong-il, yang meninggal pada 2011. Kim Jong-nam lebih banyak menghabiskan waktunya di Malaysia, Tiongkok, dan Singapura.

Kim Jong-nam pernah menjadi sorotan media ketika nekad ke Tokyo, Jepang, memakai paspor palsu pada 2001. Kala itu, ia ingin mengunjungi Tokyo Disneyland bersama dua anak dan seorang wanita. Baru menginjakkan kaki di bandara, ia langsung diamankan pihak kepolisian dan dikembalikan ke pesawat terbang.

Ia sempat menulis buku soal kekuasaan dinasti Kim di Korea Utara pada 2012. Kim Jong-nam mengatakan, ia tidak yakin dengan kualitas kepemimpinan Kim Jong-un. Almarhum kemudian kabur ke Malaysia setelah mengetahui sang paman, Jang Song Thaek, dibunuh atas perintah Kim Jong-un pada 2014 lalu.

Kim Jong-nam dikenal cukup dekat dengan pamannya, yang sempat menjadi orang nomor dua yang berkuasa di sana. Dalam keluarganya, Kim Jong-nam adalah putra tertua Kim Jong-il. Ia lahir dari hubungan gelap sang ayah dengan seorang aktris Korea Selatan, Sung Hae Rim.

*Catatan: artikel ini telah mengalami perubahan dalam judul.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR