PERLINDUNGAN KONSUMEN

Modus pencurian bagasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Seorang pekerja membersihkan lantai tempat pengambilan bagasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, April 2017.
Seorang pekerja membersihkan lantai tempat pengambilan bagasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, April 2017. | Mast Irham /EPA

Kepolisian Resor Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, berhasil menangkap pencuri koper penumpang yang hilang dua pekan lalu, pada Sabtu (26/5/2018).

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol James Hasudungan Hutajulu kepada Suara.com mengatakan, pelaku berinisial DV itu berstatus sebagai pelajar kelas 3 di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Tangerang.

Polisi menangkap DV di kediaman orang tuanya di kawasan Tigaraksa, Tangerang, Banten. Bersama pelaku, turut diamankan sepuluh koper yang diduga dicuri dari penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Identitas DV terungkap setelah petugas kepolisian mendalami rekaman kamera pengawas di sekitar tempat pengambilan bagasi Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, modus yang dilakukan DV dalam aksi pencuriannya adalah dengan berpura-pura menjadi penumpang.

Awalnya DV tiba di Terminal 3 dengan menumpangi Toyota Limo B2268QZ. Mobil tersebut diparkir di area kedatangan domestik Terminal 3.

Saat masuk ke area bandara, DV turut membawa sebuah koper berwarna hitam. DV kemudian mengelabui petugas dengan berpura-pura koper lain miliknya tertinggal di dalam terminal.

DV langsung berjalan ke arah pengambilan bagasi. Tampak begitu mahir dalam aksinya, DV langsung berdiri di depan ban berjalan (conveyor belt) bagasi tempat penumpang pesawat Garuda Indonesia GA417 yang baru tiba dari Denpasar, Bali.

"Dia menunggu momen, ketika situasi sepi, baru lah pelaku ini beraksi," ujar Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Victor Togi Tambunan.

Togi juga menuturkan, dari pemeriksaan kepada DV, diketahui motif pelaku melakukan pencurian hanya karena menyukai koper penumpang.

Setelah berhasil membawa pulang sejumlah koper, pelaku langsung menuju parkiran dan pulang dengan mobil yang diketahui milik orang tuanya tersebut.

"Dia bawa mobil sendirian. Lalu setelah itu langsung pulang ke rumahnya," sambung Togi.

DV ternyata telah melakukan aksi pencurian koper penumpang sejak Juli 2017. Dalam kurun waktu tersebut, aksi pencurian yang sudah dilakukan sebanyak 5 kali.

DV bisa terjerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

Aksi pencurian DV terungkap lantaran laporan seorang penumpang bernama Charles. Kasus kehilangan bagasi tersebut kemudian viral karena unggahan kronologi pencurian oleh seorang pemilik akun Facebook bernama Theo Wu Gunawan.

Unggahan tersebut pun mendapat tanggapan langsung dari PT Angkasa Pura II, otoritas yang mengurusi Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami dengan segala kerendahan hati meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami," tutur Senior Manager of Branch Communication and Legal, Erwin Revianto, Kamis (24/5/2018).

Erwin pun berjanji akan mengevaluasi dan menginvestigasi sistem pengawasan terhadap barang bagasi yang keluar di area pengambilan, apalagi menjelang musim mudik Idulfitri yang intensitas kepadatannya akan lebih ramai ketimbang momen biasanya.

Pihaknya juga akan menambah kamera pengawas untuk melindungi area-area yang tidak terdeteksi. Saat ini, di Bandara Soekarno-Hatta sudah terpasang 1.900 kamera pengawas, termasuk di area ban berjalan dan pengambilan bagasi hingga keluar terminal.

Kompensasi bagasi hilang

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan no 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, memang disebutkan sejumlah tanggung jawab maskapai terhadap kerugian/hilang/musnah/rusaknya bagasi tercatat.

Penumpang yang mengalami hal tersebut berhak menerima ganti rugi dari maskapai dengan perincian sebagai berikut:

  • Kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau musnah diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per kilogram dan paling banyak Rp4 juta per penumpang
  • Kerusakan bagasi tercatat, diberikan ganti rugi sesuai jenis, bentuk, ukuran, dan merek
  • Bagasi dianggap hilang jika tidak ditemukan dalam waktu 14 hari kalender sejak waktu kedatangan penumpang di bandara tujuan
  • Maskapai wajib memberi uang tunggu kepada penumpang yang bagasinya belum ditemukan sebesar Rp200 ribu per hari, paling lama untuk tiga hari

Mengutip Brightside, ada beberapa alasan yang menyebabkan bagasi kita bisa tertinggal atau hilang. Pertama, ada pemeriksaan tambahan dan koper tidak dimuat tepat waktu.

Kedua, petugas salah meletakkan bagasi di troli yang salah. Ketiga, petugas checkin memasang stiker yang salah.

Keempat, penumpang tidak melepas atau membuang stiker lama dari koper, sehingga menyebabkan kebingungan petugas. Kelima, koper terjebak di area bagasi dan masuk ke arah yang salah. Kondisi terakhir biasanya terjadi ketika jadwal penerbangan sangat padat.

Akan tetapi, semua kondisi di atas terjadi karena ada gabungan kesalahan maskapai, petugas bandara, dan penumpang sendiri.

Lalu, bagaimana jika terjadi pencurian seperti kasus di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dua pekan lalu? Jika ini yang terjadi, maka urusan selanjutnya akan menjadi ranahnya kepolisian.

Sementara untuk masalah ganti rugi, akan sangat bergantung pada respons pihak bandara bersama maskapai yang bersangkutan.

Seperti halnya kasus pencurian yang dilakukan oleh DV, PT Gapura Angkasa, otoritas bandara yang lain, mengaku akan mengganti rugi barang yang hilang itu kepada pelanggan.

Meski begitu, mengutip laporan tempo.co, PT Gapura Angkasa tidak memerinci lebih detail berapa besaran ganti rugi yang akan ditanggung perusahaannya tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR