Modus pencurian kabel di selokan dekat Istana

Anggota Kepolisian Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan tersangka melakukan rekonstruksi pencurian kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/3/2016). Rekonstruksi tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan kasus pencurian kabel di gorong-gorong untuk menyocokkan hasil penyidikan dengan fakta di lapangan.
Anggota Kepolisian Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan tersangka melakukan rekonstruksi pencurian kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/3/2016). Rekonstruksi tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan kasus pencurian kabel di gorong-gorong untuk menyocokkan hasil penyidikan dengan fakta di lapangan. | Hafidz Mubarak A. /ANTARAFOTO

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro) menggelar rekonstruksi pencurian kabel di gorong-gorong di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016). Rekonstruksi dilakukan oleh enam tersangka di tiga lokasi, yakni Jalan Abdul Muis, Jalan KH Agus Salim, dan pos polisi Patung Merak.

Saat melakukan rekonstruksi di kawasan Patung Merak, polisi menghadirkan empat orang peraga, dua di antaranya adalah para tersangka.

Adegan rekonstruksi dimulai dengan satu orang tersangka pelaku pencurian yang datang dari silang Monas ke arah Patung Kuda. Pelaku berhenti di Patung Merak persis di depan Wisma Antara.

Di atas selokan, sudah ada tiga orang tersangka lain yang sudah menunggu instruksi pencurian dari satu orang tersangka itu. Setelah selesai beraksi, komplotan pencuri ini menutup lubang dengan gerobak sampah agar tidak dicurigai oleh para petugas.

Aksi menutup lubang dengan gerobak ini terbukti mujarab. Sekian tahun mencuri kabel, aksi mereka baru ketahuan setelah Februari lalu Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat menemukan tumpukan bekas kabel di gorong-gorong yang menyebabkan kawasan jalan Medan Merdeka kerap dilanda banjir seusai hujan.

Dari rekonstruksi ini Polda Metro Jaya juga mendapatkan fakta bahwa komplotan penjarah kabel ini ternyata tak hanya mencuri kabel tua saja, mereka juga memotong kabel yang masih aktif di bawah tanah sekitar Monumen Nasional (Monas).

"Di situ ada kabel gosong, berarti mereka mencoba-coba," kata Kepala Subdirektorat Sumber Daya dan Lingkungan Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid, usai rekonstruksi kepada Kompas.com.

Adapun lokasi pencurian bukan hanya di gorong-gorong saja, melainkan sampai ke bawah tanah. Para tersangka diduga terus menggali lagi ke dalam. Menurut Adi, posisi kabel berada kurang lebih setengah meter di dalam tanah.

Komplotan pencuri ini melakukan aksinya di seputar Monas ini dikarenakan banyaknya jaringan kabel di bawahnya. Aksi para pencuri ini pun sudah berlangsung sejak 2013.

Sebelumnya, Polda Metro menangkap enam orang pelaku yang disangkakan melakukan pencurian kabel dengan inisial STR alias BY (45), MRN alis N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC (28), RHM alias GUN (43), dan AT alias TGL (48).

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 juncto Pasal 362 juncto 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama 7 tahun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR