TRANSPORTASI UMUM

MRT fase 2 melaju di bawah tanah pada 2024

Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (17/1/2019). | Muhammad Adimaja /ANTARA FOTO

MRT (Moda Raya Terpadu) fase II akan rampung pada 2024. Melaju dari Bundaran HI sampai Kota, seluruh lintasan akan dibangun di bawah tanah.

"Fase 2 MRT sudah kita mulai. Target kalau semua berjalan sesuai rencana, sampai ke Kota itu akan kita selesaikan pada 2024," kata Direktur Utama PT. MRT Jakarta, William Sabandar, Rabu (19/6/2019).

Rute Bundaran HI-Kota memiliki panjang lintasan 8,3 kilometer, dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Ada tujuh stasiun baru yang akan dibangun. Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

MRT fase 2 seluruhnya akan dibangun di bawah tanah. Pasalnya koridor Bundaran HI sampai kota minim lahan.

Apalagi di kawasan Harmoni terdapat kali dan sungai. "Bahkan lebih dalam dari fase 1, karena lewat bawah kali ini, sekitar 30 meter dalamnya," William menambahkan.

Kelak Stasiun MRT Kota akan terintegrasi dengan Stasiun Jakarta Kota. "Jadi yang akan kita bangun itu ada beberapa stasiun yang bersifat historis dan monumental, seperti di Monas, Harmoni, dan Kota Tua," imbuh William.

Semula, depo MRT fase 2 akan dibangun di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Tepatnya di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun, menurut PT KAI, lahan itu sudah dikontrak pihak lain.

Dalam rapat pimpinan bersama pemerintah Provinsi DKI Jakarta, diputuskan depo MRT fase 2 seluas 9,4 hektare akan dibangun di kawasan Ancol Barat. Meski begitu pembangunannya belum dimulai menunggu penetapan.

"Tergantung nanti penetapannya. Karena ini dalam proses studi, yang kami lakukan merekomendasikan jalur menuju ke depo di fase 2 sebagai opsi, karena lahan di Kampung Bandan enggak tersedia," papar William.

Yang jelas, PT MRT Jakarta sudah mengomunikasikan hal ini pada mitra pembangunan depo, Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) dan pemerintah.

Proses pengerjaan proyek MRT fase dua akan dibagi ke dalam enam paket kontrak. Yang pertama, CP200 untuk pekerjaan dinding diafragma untuk gardu induk Monas sudah dimulai.

Ketiga paket lain adalah CP201 untuk Bundaran HI-Monas, akan dibangun jalur MRT 2,6 kilometer dan dua stasiun.

CP202 untuk Harmoni-Mangga Besar, akan dibangun jalur 1,8 kilometer dan tiga stasiun.

CP203 untuk Glodok-Kota, jalur yang dibangun sepanjang 1,2 kilometer dengan dua stasiun. “Ketiga konstruksi ini ditargetkan akan dibangun selama 57 bulan. Diharapkan April 2020 sudah dilakukan pembangunannya," jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim.

Paket CP205 untuk pekerjaan sistem perkeretaapian (railway systems) dan rel (track works), menurut rencana akan mulai pada Juli 2020, dan butuh waktu pengerjaan 54 bulan.

Sementara paket CP206 untuk pekerjaan kereta (rollingstock), kelak dibutuhkan enam set rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian terdiri dari enam kereta.

Pada Juli 2020, menurut Silvia, pemenang tender sudah bisa mulai memproduksi kereta. Waktu pengerjaannya 54 bulan.

Gandeng KPK

Proyek MRT fase 2 memiliki nilai Rp22,5 triliun. Seluruhnya adalah pinjaman lunak dari Jepang.

Rabu (19/6), PT MRT Jakarta menandai kick off pelaksanaan pengadaan proyek dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh direksi. Turut hadir Direktur Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana, dan beberapa pejabat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Ini proyek biayanya besar sekali. Oleh sebab itu, semua elemen yang terkait dengan pengawasan itu kami libatkan," tukas William.

William menjelaskan, dalam proyek MRT fase 2, KPK tak sekadar punya fungsi penindakan. Lembaga anti-rasuah itu juga punya fungsi pencegahan, pemantauan, koordinasi, dan supervisi.

"Kita sama-sama tau proyek ini bukan proyek kecil, waktunya juga terbatas. Biasanya kalau ada uang cukup besar, waktu dan SDM terbatas, biasa di situ banyak kepentingan-kepentingan masuk karena terburu-buru," kata Wawan usai penandatanganan pakta integritas.

Untuk itu, KPK mengkaji infrastruktur MRT fase 1. Baik dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengadaan.

"Kami akan sharing kendala-kendala sebelumnya (fase 1) dan mengingatkan adanya pakta integritas agar untuk diimplementasikan. Lalu terkait dengan KPK di pencegahan membuka diri untuk menerima keluhan mengingat ini merupakan proyek besar jangka waktu terbatas. Jangan sudah terjadi langsung penindakan," urai Wawan.

Salah satu tugas KPK adalah memberi rekomendasi pencegahan korupsi untuk proyek yang dikelola dengan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR