Muhammad Arsyad bebas dari ancaman UU ITE

Terdakwa kasus pembuat status BlackBerry Masengger (BBM), Muhammad Arsyad menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri, Makassar, Sulsel, Kamis (13/3/2014)
Terdakwa kasus pembuat status BlackBerry Masengger (BBM), Muhammad Arsyad menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri, Makassar, Sulsel, Kamis (13/3/2014) | Dewi Fajriani/Ant

Muhammad Arsyad (28), aktivis LSM Garda Tipikor Makassar, diancam hukuman penjara karena status di BlackBerry-nya Juni 2013 lalu. Status itu dianggap menyinggung perasaan seseorang, dan melaporkannya ke polisi. Pada sidang hari ini Rabu (28/5/2014) di Pengadilan Negeri Makassar, ia divonis bebas.

Arsyad tercatat sebagai tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar sejak 25 Februari 2014 lalu. Ia jadi terdakwa pencemaran nama baik Nurdin Halid, politisi Golkar, saat menjadi narasumber pada Talkshow Obrolan Karebosi Celebes TV. Arsyad dijerat UU ITE karena status di BB-nya yang berbunyi: "No fear Ancaman Koruptor Nurdin Halid. Jangan Pilih Adik Koruptor."

Dilansir Fajar Online, aktivis anti korupsi yang dituntut tujuh bulan penjara itu, divonis bebas oleh majelis hakim Rianto Adam Pontoh yang beranggotakan Ansyar dan R Bernadette Samosir di ruang sidang Andi Makassar, siang tadi.

“Tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai dengan tuntutan Jaksa maka harus dibebaskan dari segala tuntutan jaksa. Dan majelis Hakim memerintahkan supaya Arsyad dibebaskan dan segera dikeluarkan dari tahanan,” ujar majelis seperti dikutip Safenetvoice.org.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR