SOROTAN MEDIA

Mulai Juli karhutla diperkirakan meningkat

Sejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019).
Sejumlah personel pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari melakukan proses pemadaman kebakaran hutan yang berbatasan dengan konsesi perusahaan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/2/2019). | FB Anggoro /ANTARA FOTO

Mencegah lebih baik dari menanggulangi. Karena itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau warga di wilayah rawan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Menurut perkiraan, meningkat mulai Juli 2019.

Belajar dari tahun 2018, luas kebakaran hutan dan lahan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 500 ribu hektare dibandingkan dengan tahun 2017, 165.464 hektare. Meski demikian, angka ini masih jauh di bawah kebakaran hutan pada 2015, sekitar 2,61 juta hektare.

Per Agustus 2018, ada 9.205 titik panas di seluruh Indonesia. Meningkat lima kali lipat dibandingkan 2017, 1.448 titik panas.

Ringkasan

  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau warga di wilayah rawan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yang menurut perkiraan meningkat mulai Juli 2019.
  • Ia mengharapkan sinergi semua pihak, dari pemerintah, TNI/Polri, masyarakat dan dunia usaha. Khususnya di wilayah Riau, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat, dengan Satuan Tugas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan TNI.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan selama Juli hingga Oktober 2019 sejumlah daerah akan menghadapi curah hujan rendah. Puncak musim kemarau menurut prakiraan terjadi Agustus.
  • BMKG memantau kondisi El Nino lemah yang diperkirakan bertahan sepanjang 2019. Dampak fenomena alam tersebut pada musim kemarau perlu diwaspadai.
  • Daerah yang rentan mengalami kekeringan meteorologis meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara; sementara daerah seperti Riau, Palembang, Jambi, serta sebagian besar Kalimantan berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh covesia.com dan antaranews.com dengan 4 pemberitaan, diikuti peringkat kedua republika.co.id dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 14:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 09:00 WIB dengan total 8 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh republika.co.id dengan 20 interaksi, diikuti peringkat kedua covesia.com dengan 8 interaksi. Selanjutnya liputan6.com dengan 3 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR