TRANSPORTASI MASSAL

Mulai September, pemesanan tiket KA lokal cuma lewat KAI Access

Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki Kereta Api (KA) Sibinuang, di Stasiun Tabing, Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/7/2019). Tiket kereta antarkota lokal per daerah operasi hanya bisa dipesan via aplikasi KAI mulai September 2019.
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki Kereta Api (KA) Sibinuang, di Stasiun Tabing, Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/7/2019). Tiket kereta antarkota lokal per daerah operasi hanya bisa dipesan via aplikasi KAI mulai September 2019. | Iggoy el Fitra /Antara Foto

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat kebijakan baru untuk pemesanan kereta api (KA) lokal atau jarak dekat. Pemesanan tiket KA lokal mulai 1 September 2019 hanya bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access, sedangkan tiket KA antarkota tak berubah.

KAI pun menetapkan bahwa pembelian melalui loket di stasiun bisa dilakukan hanya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Itu pun jika tempat duduk masih tersedia.

"Kebijakan ini berlaku di seluruh daerah operasi (daop) dan divisi regional yang mengoperasikan KA lokal," ujar Manajer Humas KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea.

Pemesanan melalui aplikasi KAI Access bisa dilakukan tujuh hari sebelum keberangkatan (H-7). Sedangkan pemesanan tiket H-30, seperti dijelaskan dalam siaran pers KAI pada Kamis (22/8/2019), hanya diberlakukan untuk KA Kalijaga (Semarang-Solo PP) dan Pandanwangi (Jember-Banyuwangi PP), termasuk lima menit sebelum kereta berangkat.

Untuk melakukan pemesanan tiket KA lokal itu, calon penumpang harus memutakhirkan apliasi KAI Access-nya menjadi versi terbaru. Setelah itu, masuk ke menu "Local Train" untuk memilih stasiun keberangkatan dan tujuan serta jadwal keberangkatan KA.

"Penumpang yang telah membeli tiket KA Lokal via KAI Access, tidak perlu lagi mencetak boarding pass di stasiun. Mereka cukup menunjukkan boarding pass elektrik yang diperoleh usai memesan tiket di aplikasi KAI Access dan kartu identitas asli saat akan naik ke kereta," ujar Edy Kuswoyo, Humas KAI, yang dikutip Rabu (28/8).

Edy lebih lanjut menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya KAI untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada pengguna KA. Melalui KAI Access, calon penumpang bisa memesan tiket dari mana saja dan kapan saja tanpa perlu ke stasiun.

"Para calon penumpang juga dapat merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan mendapatkan kepastian tiket tanpa perlu antre di stasiun," imbuh Edy.

Sebelum ini, calon penumpang kereta lokal mesti antre di stasiun saat ingin berangkat. Kadangkala antrean pun cukup panjang. Namun begitu, KAI juga perlu meningkatkan keandalan aplikasinya karena pelayanan melalui KAI Access sempat terganggu.

Misalnya di Daop 6 Yogyakarta pada 13 Agustus lalu. Para calon penumpang rute Yogyakarta-Jawa Tengah tak bisa memesan tiket melalui KAI Access sehingga harus kembali mengantre tiket secara manual di stasiun.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, aplikasi terganggu karena pihaknya sedang membenahi KAI Access, termasuk memperbesar bandwith.

Berikut daftar KA lokal yang terkena kebijakan di atas, total berjumlah 28 buah.

  • Kalijaga
  • Pandanwangi
  • Lokal Merak
  • Walahar Ekspres
  • Jatiluhur
  • Cilamaya Ekspres
  • Siliwangi
  • Bandung Raya Ekonomi
  • Lokal Cibatu
  • Kedung Sepur
  • Bhatara Kresna
  • Solo Ekspres
  • Prambanan Ekspres
  • Sidomukti
  • KA Bandara YIA
  • Ekonomi Lokal (Daop 8)
  • Jenggala
  • Dhoho
  • Dhoho-Penataran
  • Tumapel
  • Penataran-Dhoho
  • Penataran
  • KRD Ekonomi (Daop 8)
  • Sri Lelawangsa
  • Cut Meutia
  • Lembah Anai
  • Sibinuang
  • Minangkabau Ekspress
  • Kertalaya
  • Seminung/ Way Umpu.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR