ATURAN LALU LINTAS

Mungkinkah taksi online bebas dari ganjil-genap

Pengendara melintas di bawah rambu ganjil-genap di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (26/12/2018).  Perlakuan beda antara taksi online dan taksi konvensional dalam ganji-genap menuai protes.
Pengendara melintas di bawah rambu ganjil-genap di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (26/12/2018). Perlakuan beda antara taksi online dan taksi konvensional dalam ganji-genap menuai protes. | Dede Rizky Permana /Antara Foto

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginginkan taksi online di Jakarta tak kena aturan ganjil-genap. Sebab, dalam aturan terbaru, taksi konvensional tak kena aturan ini.

Menurutnya, taksi online pun harusnya bisa beroperasi seperti halnya taksi pada umumnya. "Kan taksi biasa boleh, mestinya mereka boleh juga kan. Ini yang saya sampaikan equality (diperlakukan sama)," kata Budi di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (11/8/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah DKI Jakarta melarang mobil berkeliaran di 25 ruas jalan Jakarta, jika tak sesuai pelat nomornya. Kendaraan dengan nomor pelat ganjil, hanya boleh melintas di tanggal ganjil. Demikian pula dengan mobil yang memiliki nomor pelat genap, hanya boleh melenggang di tanggal genap.

Aturan ini diuji coba mulai Senin (12/8/2019) hingga Jumat (6/9/2019). Lalu akan mulai efektif berlaku pada Senin (9/9/2019).

Tapi aturan ini tak berlaku buat kendaraan listrik, pemadam kebakaran, angkutan umum bernomor polisi warna kuning, kendaraan khusus BBM dan BBG, sepeda motor, dan mobil dengan penumpang disabilitas, mobil pimpinan tinggi TNI/Polri, pejabat pimpinan dan pejabat asing, serta kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI, dan Polri.

Nah, menurut Budi, aturan ini tak berlaku sama sama perlakuannya pada taksi.

Kementerian Perhubungan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta supaya taksi online bisa beroperasi meskipun diberlakukan aturan ganjil-genap.

Menteri Budi belum bisa memastikan apakah taksi online bisa bebas dari aturan ganjil-genap, tapi akan terus mengkaji dan memperjuangkan. Budi menyatakan telah mengutus Direktur Jenderal Hubungan Darat Budi Setiyadi dan Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani untuk berkomunikasi dengan Pemerintah DKI Jakarta.

Menurut Budi, mereka sudah koordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta dan akan mengevaluasi pekan ini. "Kami akan berikan catatan kepada DKI Jakarta," ujar Budi di Istana, Senin (12/8/2019).

Kementerian Perhubungan juga sudah melakukan riset kecil untuk menanyakan kepada para warga. Budi menyatakan, baik Grab dan Gojek, maupun pengusaha belum ada yang menyampaikan keluhan. Namun ada beberapa individu yang berkeberatan.

"Pada intinya kami sangat memperhatikan bagaimana kelangsungan para driver itu dengan baik. Tapi equality itu harus terjaga dengan baik," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, keluhan seperti ini pernah diungkapkan pengusaha sejak 2018 lalu, atau saat pemerintah baru menerapkan ganjil-genap di sembilan ruas jalan.

“Tahun lalu juga gitu (protes). Saat ini kebijakannya adalah membatasi ganjil-genap untuk kendaraan roda empat. Tujuannya untuk mengendalikan volume kendaraan bermotor di jalan,” kata Anies pada Sabtu (10/8/2019) seperti dipetik dari Tribunnews.com.

Nah, tahun lalu pemerintah akhirnya memilih membebaskan taksi online dari penerapan ganjil-genap saat Asian Games digelar Agustus 2018. Mereka bebas melintas asal sudah terdaftar dan melakukan uji KIR.

Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Djoko Setijowarno mengatakan, jika taksi online dibebaskan dari aturan ganjil-genap, bakal ada celah pengelabuan. Sebab, taksi online ini tak punya tanda khusus, sehingga pemilik kendaraan pribadi bisa mendaftarkan diri sebagai taksi online.

"Bisa jadi semua pemilik mobil nantinya mendaftarkan diri ikut taksi online. Percuma daerah buat program kebijakan transportasi," kata Djoko, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (12/8/2019).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR