TRANSPORTASI MASSAL

Naik MRT gratis, 24 jam pula (maunya)

| Salni Setyadi /Beritagar.id

BIAYA | Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, MRT Jakarta belum bisa digratiskan. "Kelihatannya enggak (gratis). Sebagai usulan, iya saja. Karena enggak mungkin, dananya terbatas," ia berujar pekan ini (19/3/2019).

Ada beberapa soal tentang MRT ini

  • MRT Jakarta, yang bernama Ratangga, akan diresmikan Presiden Joko Widodo besok Minggu 24 Maret.
  • Beroperasi 24 jam? Tidak. Uji coba operasional memang dilakukan 24 jam, sejak Desember tahun lalu. Namun untuk operasi nanti mulai pukul 05.00 -24.00
  • Perihal tarif per orang, Pemprov DKI mengusulkan Rp1.000/km, sehingga ongkos naik MRT dari Lebakbulus, Jakarta Selatan, sampai Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, menjadi Rp15.000.
  • Tapi menurut anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, "Bagi saya, angka Rp15 ribu berat dan tidak memiliki kompetitif dengan yang lain seperti Transjakarta atau Commuter Line."
  • Sebelum usulan tarif Rp1.000/km, Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Lebakbulus - Bundaran HI Rp10.000. Angka ini akan membuat DKI menyubsidi Rp21.659 per orang. Dua kali lebih dari tarif yang dibayarkan penumpang.
  • Sebagai perbandingan, tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) fase I rute Kelapa Gading (Jakarta Utara) ke Velodrome Rawamangun (Jakarta Timur) diusulkan Rp 6.000, artinya akan memaksa DKI menyubsidi Rp35.655 – hampir enam kali lipat yang dibayarkan penumpang.
  • Dengan tarif tersebut, DKI harus membuka keran subsidi Rp572 miliar untuk MRT dan Rp327 miliar untuk LRT dari APBD DKI 2019. Total subsidi Rp899 miliar. Namun selain untuk LRT dan MRT, DKI juga masih harus menyubsidi Transjakarta.
  • Kata Ketua Komisi C (Keuangan) DPRD DKI, Santoso, subsidi bisa ditekan dengan penghasilan dari iklan dan sewa kios-kios ritel di stasiun-stasiun MRT Jakarta.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR