PELANTIKAN KEPALA NEGARA

Nama baik NKRI dipertaruhkan dalam pelantikan presiden

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri)  memberikan pengarahan saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri) memberikan pengarahan saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). | Nova Wahyudi /Antara Foto

TNI dan Polri semakin bersiap diri jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Pada Kamis (17/10/2019), apel keamanan gabungan dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat, demi memastikan hajat yang bakal berlangsung Minggu (20/10) tersebut berlangsung kondusif.

Dalam apel itu, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengingatkan bahwa acara pelantikan itu juga menyangkut muruah dan nama baik NKRI dipertaruhkan. Personel diminta menghilangkan ego individu dan mementingkan kepentingan bangsa.

"Tugas yang kita laksanakan adalah demi bangsa dan negara. Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam event ini," ucap Hadi, yang dikutip dari detikcom.

Bisa dimaklumi Hadi mengatakan hal demikian. Pasalnya, ada sejumlah pihak yang diduga ingin menggagalkan acara tersebut dengan sejumlah aksinya. Misalnya, apa yang akan dilakukan oleh Abdul Basith, dosen nonaktif IPB.

Abdul disebut-sebut telah menyiapkan 29 bom ikan berdaya ledak tinggi dengan proyektil paku di rumahnya, untuk diledakkan di sepanjang Grogol dan Roxy. Basith kemudian ditangkap pada Jumat (27/9).

Polisi sudah memastikan niat Basith adalah demi menggagalkan acara pelantikan. Padahal, di acara tersebut akan hadir sejumlah petinggi negara-negara sahabat.

Oleh karena itu, Hadi mengingatkan para personelnya harus selalu siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk. "Cermati setiap informasi yang masuk dan olah informasi tersebut dengan cermat agar kita tidak melewatkan intelijen sekecil apapun," ucap Hadi.

Sejauh ini, pihak aparat keamanan akan menurunkan 30.000 personel untuk mengamankan pelantikan. Personel sebanyak itu akan disebar di sejumlah daerah ibu kota, khususnya Istana Kepresidenan, Gedung DPR-MPR, kediaman presiden dan wapres terpilih, dan sejumlah jalur yang akan dilalui dalam prosesi pelantikan.

"Insya Allah, aparat TNI dan Polri yang berjumlah 30 ribu orang lebih siap mengamankan seluruh rangkaian prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (15/10), seperti yang dikutip dari Antara (h/t Suara.com).

Pemblokiran jalan

Selain menambah jumlah personel, pihak keamanan pun bukan tidak mungkin bakal melakukan pemblokiran di sejumlah jalan ibu kota saat waktu pelantikan nanti. Sifatnya masih situasional.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir, penutupan jalan baru dilakukan jika seandainya terjadi potensi unjuk rasa. Sebaliknya, jalan akan kembali dibuka jika tidak terjadi unjuk rasa.

"(Penutupan jalan) situasional saja, kala tidak ada kegiatan (ruas jalan) dibuka umum," kata M. Nasir, pada Senin (14/10), yang dilansir Elsintha.com. Ia memaparkan, jika nanti benar-benar ditutup, maka hal itu dilakukan sejak pukul 05.00 WIB.

Ada pun jalan yang ditutup nantinya adalah di sekitar Gedung DPR/MPR.

Parade Budaya dibatalkan

Sejatinya, pada hari pelantikan nanti akan digelar parade kebudayaan yang dilaksanakan oleh relawan Joko "Jokowi" Widodo-Ma'aruf Amin. Namun, acara tersebut dipatikan batal. Hal itu dungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana Andi Gani Nena Wea.

"Mengenai Jakarta parade budaya, kami batalkan, mengenai arak-arakan dan karnaval," kata Andi di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/10), seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Tidak dijelaskan alasan pembatalan parade kebudayaan tersebut. Namun, meski acara di Jakarta dibatalkan, Andi mengatakan penyelenggaraan di sejumlah daerah, seperti Yogyakarta; Surabaya, Jawa Timur, dan Kuningan, Jawa Barat tetap berjalan.

Selain parade kebudayaan di Jakarta, sejumlah acara yang diselenggarakan di sejumlah kota lain di Indonesia turut ditunda hingga dibatalkan. Alasannya, demi mengantisipasi keamanan.

Beberapa acara tersebut adalah Gyeonggi K-Culture FESTA 2019 batal; Konser Tulus di Solo, Jawa Tengah ditunda; Jakarta Rock Space ditunda; YouTube FanFest indonesia (YTFFID) di Jakarta ditunda.

"Setelah menerima rekomendasi dari pihak berwenang di Indonesia, kami memutuskan untuk sementara menunda YTFFID di Jakarta akhir pekan ini, Sabtu (19/10)," tulis panitia penyelenggara, dalam akun resmi Instagram mereka.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR