Napi kabur: bobol tembok dan sambung sarung

Petugas memeriksa dinding sel penjara yang dibobol narapida narkoba untuk melarikan diri di Lembaga Permasyarakatan Kelas-II A, Banda Aceh, Kamis (5/2/2015).
Petugas memeriksa dinding sel penjara yang dibobol narapida narkoba untuk melarikan diri di Lembaga Permasyarakatan Kelas-II A, Banda Aceh, Kamis (5/2/2015). | Ampelsa/Antara

Tujuh narapidana LP Banda Aceh, Aceh, kabur setelah membobol tembok sel 21. Sekeluar dari sel mereka memanjat tembok pagar setinggi tujuh meter (versi lain menyebutkan 10 meter) dengan menyambung sarung.

Kaburnya mereka diketahui pukul enam pagi Kamis (5/2/2015) karena sel kosong. Oh, kosong? Menurut Serambi Indonesia, ada satu napi yang memilih tinggal. Namanya Basrullah, seorang napi kasus narkoba yang sisa hukumannya tinggal sebulan.

Adapun dari tujuh yang kabur itu, enam di antaranya adalah napi narkoba. Dua dari mereka (Musriadi dan Syahron Nizar) menjalani hukuman bui sampai 2028. Sedangkan Saiful Amri mestinya meringkuk dalam terungku hingga 2031.

Menurut Metro TV, yang mengutip Syamsul Hadi, Kepala Seksi Bimbingan Napi Lapas Kelas II A Banda Aceh yang berisi 486 napi dan tahanan itu, ketujuh napi api diperkirakan kabur pukul tiga pagi. Syamsul menganggap ada kejanggalan karena dekat tembok panjatan sepuluh mater itu ada gardu jaga. Namun saat kejadian gardu itu kosong.

Petugas memeriksa tali dari kain sarung yang digunakan tujuh narapida narkoba untuk melarikan diri di Lembaga Permasyarakatan Kelas-II A, Banda Aceh, Kamis (5/2)/2015.
Petugas memeriksa tali dari kain sarung yang digunakan tujuh narapida narkoba untuk melarikan diri di Lembaga Permasyarakatan Kelas-II A, Banda Aceh, Kamis (5/2)/2015. | Ampelsa/Antara
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR