SOROTAN MEDIA

Nasib OTT setelah UU KPK baru berlaku

Ilustrasi: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.
Ilustrasi: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. | Hendra Nurdiyansyah/ama /ANTARA FOTO

Meski tidak ditandatangani presiden, UU KPK hasil revisi DPR hari ini (17/10/2019) berlaku. Ketua KPK Agus Rahardjo, mengatakan setelah UU KPK baru berlaku penindakan operasi tangkap tangan (OTT) mungkin tidak akan dilakukan lagi.

Ke depan, KPK mengarah pada pencegahan, apalagi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga sudah menyatakan harapannya bahwa pemerintah tidak ingin ada lagi OTT.

Namun politisi PDIP Masinton Pasaribu yang juga salah seorang inisiator revisi UU KPK, menyatakan KPK tetap bisa melakukan OTT. Tentunya setelah aa izin dari Dewan Pengawas. Masalahnya sampai hari ini Dewan Pengawas, belum dibentuk, lalu siapa yang memberi izin?

Ringkasan

  • Mulai hari ini, Rabu (17/10/2019), Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi resmi berlaku.
  • UU KPK yang baru ini membingungkan operasional KPK saat ini, sebab beberapa tindakan KPK harus seizin Dewan Pengawas. Padahal sampai sekarang Dewas belum dibentuk.
  • Hal lain yang menjadi hambatan, UU KPK baru menyatakan pimpinan KPK bukan lagi penyidik dan penuntut, artinya bukan penegak hukum lagi. Dengan begitu pimpinan KPK tidak bisa menandatangani sprindik.
  • Dikabarkan Dewan Pengawas KPK akan dibentuk pada Desember mendatang, bareng dengan pelantikan pimpinan KPK periode 2019-2023.
  • Yang menjadi masalah, selama belum ada Dewas, siapa yang bisa memberikan izin untuk, penyidikan, penyadapan dan penyitaan.
  • Untuk mendapatkan kejelasan status dan operasional KPK setidaknya sampai Dewas terbentuk, KPK akan mengundang Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kemenkumham Widodo Ekatjahjana.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 4 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tempo.co dan kontan.co.id dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 11:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 02:00 WIB dengan total 5 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh republika.co.id dengan 2095 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 270 interaksi. Selanjutnya tempo.co dengan 168 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR