Negosiasi alot, tentara kejar penyandera WNI ke hutan

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi di acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTN), Kamis (8/1/2015).
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi di acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTN), Kamis (8/1/2015). | Aditia Noviansyah /TEMPO

Dua WNI, Ladiri (28 tahun), dan Badar (29 tahun), yang disandera kelompok bersenjata di Papua akhirnya dibebaskan, Kamis (17/9/2015) malam waktu setempat. Kedua WNI yang disandera sejak 11 September lalu itu dibebaskan pasukan tentara keamanan Papua Nugini.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kelompok penyandera memiliki hubungan dengan pegiat hak asasi manusia Papua. "Pemerintah akan dalami siapa yang bertanggung jawab. Info sementara, pelaku ialah kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan kelompok yang sering menyuarakan tuduhan pelanggaran HAM di Papua," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.

Retno berharap agar pelaku penyanderaan dapat diproses hukum. Sebab, kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penculikan dan penyanderaan WNI itu telah melakukan tindak kriminal yaang tidak berperikemanusiaan.

Menurut Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, dua WNI ini dibebaskan Tentara Papua Nugini. Kini keduanya sudah berada di Vanimo, Ibukota Provinsi Sandaun, Papua Nugini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir seperti dilansir Liputan6, membeberkan kronologi pembebasan itu. Kata dia, proses pembebasan sudah dilakukan sejak Selasa (15/9/205). Proses negosiasi untuk membebaskan kedua sandera berlangsung alot.

Tentara PNG akhirnya berhasil menyelamatkan dua sandera itu pada pukul 19.30 WIB. "Mereka berhasil mengambil dua WNI kita dengan tidak melakukan kekerasan yang berlebihan atau minimum force," kata pria yang akrab disapa Tata ini seperti dikutip Tempo.

Saat ini dua sandera masih berada di berada di Vanimo dan dalam kondisi sehat.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Papua Nugini, Ronny Pasaribu, menyatakan tentara Papua Nugini telah menahan beberapa orang penyandera WNI. "Ada dialog karena tentara PNG menangkap tujuh orang kelompok mereka. Ketujuh orang ini akan menjalani hukuman di PNG," kata Ronny seperti dilansir CNNIndonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR