New York pertama kali berlakukan libur sekolah pada Iduladha

Foto ilustrasi sekolah di Amerika Serikat
Foto ilustrasi sekolah di Amerika Serikat | WAEL HAMZEH /EPA

Untuk pertama kalinya, lebih dari 1,800 sekolah swasta di New York diliburkan untuk memperingati Hari Raya Iduladha.

Langkah yang diambil salah satu kota besar di Amerika Serikat ini memberikan kemenangan kecil bagi warga Muslim AS di tengah maraknya Islamofobia dan memburuknya retorika anti-Muslim usai kejadian 9/11 di 2001 silam.

Dilansir dari laman Newsweek.com, Wali Kota New York Bill de Blasio mengumumkan aturan baru tersebut pada Maret lalu, berbarengan dengan pengumuman dua hari libur untuk perayaan Hari Idulfitri yang jatuh pada musim panas, dan juga perayaan hari raya umat Kristen dan Yahudi.

Sejak saat itu juga, pemerintah kota setempat juga menambahkan hari libur tambahan pada 8 Februari 2016 mendatang untuk perayaan Tahun Baru Tiongkok yang akan dirayakan oleh warga Amerika keturunan Asia.

"Ini adalah kemenangan besar yang sangat dinantikan," kata Linda Sarsour, anggota dari Koalisi Sekolah Muslim dan aktivis New York.

"Sebagai seorang iman dan juga orang tua, saya sangat senang," tambah Imam Shamsi Ali, Direktur dari Pusat Muslim Jamaika di Queens, seperti yang ditulis Gulf News.

Pemerintah kota New York memperkirakan sekitar 600.000 hingga 1 juta penduduknya adalah Muslim, dan sekitar 10 hingga 12 persen dari jumlah siswa di satu sekolah swasta beragama Islam. Artinya, pada setiap hari raya Islam, akan ada kecenderungan satu pertiga dari jumlah siswa di sekolah tersebut akan absen.

Bahkan, dikutip dari laman CBS New York, pameran kebudayaan Muslim akan segera dibuka di Museum Manhattan pada Februari tahun depan.

Saat ini, ada sekitar 7 hingga 10 juta penduduk Muslim di Amerika Serikat. Sebenarnya aturan meliburkan sekolah pada hari raya Islam di New York ini mengikuti setidaknya tujuh sekolah swasta lainnya di New Jersey, Massachusetts dan Vermont yang memberlakukan aturan ini lebih dahulu.

Namun demikian, para aktivis masih memperjuangkan aturan ini agar berlaku di seluruh wilayah Amerika Serikat.

"Tidak ada yang bisa berbicara tentang Islam tanpa membawa-bawa isu terorisme," sambung Sarsour.

Sayangnya, belum semua umat Muslim seberuntung Muslim di New York. Di dekat Jersey City, New Jersey, barisan petugas keamanan diminta untuk berjaga di sebuah pertemuan sekolah saat sebuah grup orang tua Muslim melakukan aksi protes menuntut pemberlakuan hari libur untuk perayaan Iduladha.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR