KINERJA BUMN

Nicke Widyawati mungkin jabat dirut definitif Pertamina

Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersama Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (tengah) dan Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Komplek DPR, Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersama Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (tengah) dan Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Komplek DPR, Jakarta, Selasa (17/7/2018). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Spekulasi Nicke Widyawati untuk menduduki jabatan tetap sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) semakin menguat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menguatkan spekulasi itu melalui pernyataannya.

Rini menyebut, Nicke selaku penjabat Pelaksana Tugas (Plt) Dirut BUMN minyak dan gas (migas) tersebut akan menjadi direktur utama definitif menggantikan Elia Massa Manik.

"Insya Allah (Nicke) akan menjabat sebagai direktur utama Pertamina," katanya seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (24/8/2018).

Lebih lanjut Staf Khusus Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro, menyebut saat ini proses pemilihan direktur utama Pertamina belum selesai.

"Memang benar yang salah satu kandidat yang disampaikan Ibu Menteri (Rini Soemarno) adalah Ibu Nicke. Dan Ibu Menteri BUMN mengajak bersama untuk mendoakan yang terbaik," ujar Wianda dalam pesan singkat kepada Beritagar.id, Jumat (24/8).

Namun Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Media Kementerian BUMN; Fajar Harry Sampurno; mengatakan bahwa masih ada calon direktur utama yang ditimbang oleh pemerintah.

Kendati begitu, ia meminta masyarakat menunggu keputusan resmi dari Presiden "Jokowi" Joko Widodo. "Kita tunggu keputusan Presiden saja," ujar Harry kepada Beritagar.id, Jumat (24/8).

Sebelum menjadi Plt; Nicke menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus merangkap Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di perusahaan pelat merah tersebut.

Di Pertamina, Nicke diangkat sebagai Direktur SDM Pertamina berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-256/MBU/11/2017, tanggal 27 November 2017 tentang Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Selanjutnya tugas Nicke Widyawati bertambah dengan merangkap sebagai Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-39/MBU/02/2018 tanggal 13 Februari 2018.

Sebelum menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina, jebolan Master Hukum Bisnis Universitas Padjajaran Bandung ini pernah berkarier sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero).

Sementara itu, menurut pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, Presiden Jokowi seharusnya menunjuk internal Pertamina sebagai pemimpin perusahaan ke depan dan bukan Nicke.

"Nicke itu bukan orang dalam dan bukannya saya mengatakan Nicke tidak qualified. Tapi, orang dalam Pertamina, yang sudah merintis karier lama di perusahaan itu lebih relevan untuk dipilih," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/8).

Menurut Marwan, Nicke dinilai kurang tepat karena belum memiliki rekam jejak dan prestasi yang mumpuni untuk memimpin perusahaan sekaliber Pertamina.

"Latar belakangnya dari perusahaan kecil. Lalu, ke PLN. Tapi, belum lama sudah dibawa ke Pertamina. Jadi, belum terlihat prestasinya. Tidak punya latar belakang perminyakan juga. Sayang kalau dipaksakan," katanya.

Bongkar pasang pemimpin di tubuh Pertamina bukan lah hal baru. Dalam catatan Beritagar.id, perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 itu telah berganti kepemimpinan sebanyak empat kali dalam kurun empat tahun terakhir.

Sejak Karen Agustiawan mundur 1 Oktober 2014, kursi dirut Pertamina silih berganti hingga empat orang; yakni Plt Muhammad Husein, Dwi Soetjipto, Plt Yenni Adayani, dan Elia Manik.

Yang terakhir, Elia baru genap setahun memimpin di Pertamina dan sudah lengser dari kursi pimpinan perusahaan pada medio Maret 2017. Ia diganti lantaran dinilai melakukan banyak kesalahan. Dua kesalahan yang dinilai membuatnya lengser adalah kebocoran pipa minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Selain Elia, ada empat orang lain di jajaran direksi Pertamina yang juga mengalami hal serupa. Keempat orang tersebut adalah Muchamad Iskandar, sebelumnya menjabat Direktur Pemasaran Ritel, Toharso yang sebelumnya menjabat Direktur Pengolahan, Dwi Wahyu Daryoto yang sebelumnya Direktur Manajemen Aset, dan Ardhy N. Mokobombang yang merupakan Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR