KASUS NOVEL BASWEDAN

Novel Baswedan segera pulang, Jokowi minta Kapolri tuntaskan kasus

Presiden Joko Widodo memimpin rapat kerja pemerintah dengan gubernur dan Ketua DPRD terkait percepatan pelaksanaan berusaha di daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/1).
Presiden Joko Widodo memimpin rapat kerja pemerintah dengan gubernur dan Ketua DPRD terkait percepatan pelaksanaan berusaha di daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/1). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Penyidik senior KPK Novel Baswedan akan kembali ke Indonesia, pada Kamis (22/2/2018), setelah menjalani perawatan lebih dari 10 bulan di Singapura. Novel akan pulang, tetapi kasus penyiraman air keras yang mengakibatkan kerusakan matanya tak kunjung menemukan titik terang.

Rencana kepulangan dan kasus penyiraman air keras terhadap Novel pun kembali mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden mengucapkan rasa syukurnya terhadap rencana kepulangan Novel.

"Kita bersyukur, alhamdulillah Pak Novel Baswedan sudah sembuh dan kembali ke Tanah Air. Saya kira nanti kalau Pak Novel bisa kembali bekerja di KPK, ya kita patut syukuri," kata Jokowi melalui Antaranews, Selasa (20/2/2018).

Jokowi kembali menegaskan agar kasus teror penyiraman air keras ke Novel diselesaikan. Jokowi mengatakan akan terus meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuntaskan kasus itu.

Presiden menyerahkan penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap Novel kepada Polri. "Ya ini saya akan terus kejar di Kapolri, di Polri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya," kata Jokowi.

Novel diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal usai melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat serangan itu, kedua mata Novel rusak dan menjalani perawatan hingga dibawa ke rumah sakit di Singapura.

Polisi sudah beberapa kali memeriksa sejumlah orang, namun selalu dilepaskan kembali dengan alasan alibi yang tak sesuai. Polisi sempat memeriksa satu orang terduga berinisial AL, berdasarkan sketsa wajah dan keterangan tetangga Novel. Kelanjutan status AL juga masih sumir hingga saat ini.

Pada Juli 2017 lalu, Presiden pernah memanggil Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengenai perkembangan kasus penyiraman itu. Keluar dari istana, Tito pun menunjukkan sketsa terbaru terduga pelaku penyerang Novel.

Orang itu berada di dekat masjid 5 menit sebelum kejadian dan gerak-geriknya mencurigakan. Polisi menduga orang itu adalah si pengendara sepeda motor. Ciri-cirinya, tinggi badan 167-170 sentimeter, kulit agak hitam, rambut keriting dan cukup ramping.

Pada Agustus 2017, Polri sudah memeriksa Novel di KBRI Singapura. Saat itu, Novel didampingi tim KPK, termasuk Ketua KPK Agus Rahardjo dan tim penasihat hukum.

Polisi kembali menyebarkan 4 sketsa wajah yang diduga terlibat penyerangan terhadap Novel pada Januari 2018. Satu di antara sketsa yang disebar itu sama dengan sketsa yang dirilis Kapolri sebelumnya.

Tak ada keterangan nama dan alamat dari keempat terduga yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri itu. Dari sketsa yang dirilis, polisi hanya menyertakan perkiraan ciri-ciri pelaku yang terdiri dari tinggi badan, warna kulit, bentuk muka, dagu, hidung, serta postur tubuh.

Sketsa tinggal sketsa. Sampai sekarang, lebih dari 10 bulan kasus penyiraman Novel belum terungkap. Di sisi lain, kondisi kesehatan Novel sudah kian membaik.

Novel menjalani operasi tahap pertama Novel pada 6 Desember 2017. Operasi dilakukan dengan menempelkan jaringan gusi pada mata kirinya. Operasi tahap kedua berlangsung pada Januari lalu.

Novel pun diperbolehkan pulang pada Kamis (22/2/2018), karena menurut dokter yang merawatnya di Singapura, dapat menjalani rawat jalan. Selanjutnya kontrol untuk pengobatan Novel akan dilakukan sekitar tiga pekan sekali. Operasi tahap kedua rencananya pada April 2018.

"Kami mohon doanya agar perkembangan kesehatan semakin membaik sehingga Novel bisa berkumpul kembali bersama keluarga seperti kita semua. Dan agar Novel bisa kembali bekerja di jalan pemberantasan korupsi di KPK," ucap Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR