KASUS E-KTP

Nyanyian setengah hati Setya Novanto

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto  mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3).
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3). | Reno Esnir /Antara Foto

Mantan Ketua DPR dan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto menyebut banyak nama dalam persidangan. Justice Collaborator alias pelaku yang bekerja sama menjadi incaran Novanto agar jaksa menuntutnya dengan hukuman ringan pada sidang Kamis (29/3/2018) nanti, meski nyanyiannya dianggap setengah hati.

Pada sidang Kamis (22/3/2018) kemarin, Novanto menyebut sejumlah nama di antaranya politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung. Novanto pun memohon agar jaksa KPK memberikan keringanan tuntutan dengan ditetapkan sebagai justice collaborator.

Bagi hakim, nyanyian Novanto itu dianggap setengah hati. Ketua Majelis Hakim, Yanto mengatakan heran karena Novanto selalu membantah terlibat proyek e-KTP, namun selalu menuding pihak lain.

Setelah menuding pihak lain, Novanto malah mengajukan justice collaborator. Padahal, syarat pelaku yang bekerja sama adalah terlibat, meski bukan pelaku utama, serta mengakui perbuatannya.

"Ini keterangan terdakwa setengah hati. Kalau mengarah ke yang lain, Anda bilang betul. Tapi kalau keterangan yang mengarah ke saudara, saudara bilang enggak tahu. Ini sadar kan saat membuat permohonan justice collaborator?" kata Yanto melalui Kompas.com.

Nyanyian setengah hati Novanto itu juga diungkapkan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah. KPK, kata Febri, tidak akan mengesampingkan dan mengecek keterangan Novanto ihwal aliran dana e-KTP kepada 10 nama.

"Kita simak terdakwa tetap menyangkal menerima uang dan mengakui perbuatan tersebut sehingga kita masih melihat ada sikap setengah hati dari keterangan tersebut," kata Febri melalui detikcom, Jumat (23/3/2018).

Novanto membeberkan 10 nama dalam sidang sebagai penerima uang e-KTP. Selain Puan dan Pramono, nama lain yang disenggol Novanto telah menerima uang adalah Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Melchias Markus Mekeng, Arif Wibowo, Ganjar Pranowo, M Jafar Hafsah, dan Chairuman Harahap.

Setelah menyebut sejumlah nama, Novanto memohon agar jaksa KPK memberikan keringanan tuntutan. Ia juga meminta permohonannya untuk ditetapkan sebagai justice collaborator dapat dikabulkan oleh jaksa.

Justice collaborator menjadi incaran sejumlah tersangka dan terdakwa kasus korupsi. Status pelaku yang bekerja sama itu akan meringankan tuntutan dan vonis hukuman.

Banyak pelaku korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kerja sama untuk membongkar suatu kasus alias justice collaborator sehingga mendapatkan keringanan.

Selama 2015-2016, ada 48 tersangka korupsi yang mengajukan permohonan justice collaborator, tapi tidak semuanya dipenuhi. Dari 48 permohonan itu, lebih dari 20 permohonan ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Justice collaborator termuat dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 4 tahun 2011 tentang perlakuan bagi pelapor tindak pidana (whistle blower) dan saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) di dalam perkara tindak pidana tertentu.

Whistle blower adalah pihak yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya.

Sedangkan justice collaborator merupakan pelaku tindak pidana tertentu, mengakui yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.

Tindak pidana tertentu yang dimaksud SEMA adalah tindak pidana korupsi, terorisme, tindak pidana narkotika, tindak pidana pencucian uang, perdagangan orang, maupun tindak pidana lainnya yang terorganisasi.

Dalam SEMA dijelaskan bahwa keberadaan whistle blower dan justice collaborator bertujuan menumbuhkan partisipasi publik dalam mengungkap tindak pidana tertentu tersebut.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang mengatakan, KPK akan mengkaji apakah Setya Novanto memenuhi syarat justice collaborator atau tidak.

"Syarat JC itu sesuai aturan MA (Mahkamah Agung) sangat jelas, biar nanti kami kaji apa memenuhi syarat-syarat yang dibuat MA," kata Saut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR