PARTAI POLITIK

Obsesi Cak Imin, digitalisasi PKB hingga partai agamis-nasionalis

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberi sambutan dalam penutupan Muktamar PKB 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/8/2019).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberi sambutan dalam penutupan Muktamar PKB 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/8/2019). | Fikri Yusuf /Antara Foto

Setelah menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk kali keempat, Muhaimin Iskandar atau akrab disebut Cak Imin langsung menyampaikan kesan dan obsesinya. Yang pertama, Cak Imin menyampaikan apresiasi penggunaan teknologi digital saat pembukaan Muktamar PKB di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Cak Imin menyampaikan hal itu dalam pidato penutupan Muktamar PKB, Rabu (21/8). Menurutnya, beberapa ketua partai politik memberikan apresiasi dengan adanya tampilan video animasi.

"Salah satu komentarnya adalah PKB ternyata sudah sangat maju dalam teknologi," kata Cak Imin.

Wakil ketua MPR RI ini menyampaikan, sebelumnya ada yang meremehkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) --tulang punggung PKB-- soal teknologi. Namun, setelah melihat video tersebut mereka malah mengatakan NU telah berkembang.

"Memangnya NU tahun 60-an. Ini sudah tahun 2019," ujar Cak Imin disambut tepuk tangan peserta muktamar.

Pembukaan muktamar PKB ke-VI di Bali memang diawali dengan video kemunculan seekor lebah pada layar raksasa yang menjadi latar panggung. Lebah menjadi ikon tambahan pada muktamar PKB tahun ini.

Lebah masuk ke dalam kereta, yang disebut Cak Imin, Moda Raya Terpadu atau MRT. Kemudian terlihat dua langkah kaki lelaki menyusul.

Video kemudian menunjukkan MRT mulai berjalan dan melewati wilayah perkotaan hingga perdesaan. Kereta pun berhenti dan bagian pintu tepat berada di bagian tengah panggung. Saat itu muncul Presiden Joko "Jokowi" Widodo bersama Cak Imin yang seolah-olah keluar dari MRT.

Video dan kemunculan Jokowi mendapatkan tepuk tangan riuh dari peserta muktamar. Tampilan Jokowi juga mengundang perhatian karena mengenakan pakaian adat Bali. Sementara Cak Imin mengenakan jas dengan dalaman baju berkerah dan memakai destar di kepala.

Lelaki kelahiran Jombang, Jawa Timur, ini menegaskan bahwa kadernya harus dekat dengan teknologi. Mereka harus bisa menggunakan media sosial dan media massa untuk mempromosikan diri karena dua platform itu adalah modal awal untuk bersaing dengan partai lain.

Menurut Cak Imin, minimal seorang ketua DPC PKB harus pernah muncul di media massa. Ia juga harus punya akun media sosial. "Calon ketua DPC kok tidak punya akun media sosial, itu keterlaluan," ujarnya.

Setelah itu, PKB dan Cak Imin akan menerapkan sistem digital pada keanggotaannya dan untuk pemetaan wilayah pemilihan. Program digitalisasi ini untuk mengiringi program industri 4.0 ala pemerintah.

Presiden Jokowi pun sudah berkali-kali mengatakan masyarakat harus menyesuaikan diri dengan pola industri 4.0. "Semuanya akan berubah, baik itu bidang ekonomi maupun politik," kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam pembukaan Muktamar PKB.

Partai Islam dengan suara terbesar

Hajatan lima tahunan PKB di Bali ditutup oleh wakil presiden terpilih Ma'aruf Amin yang juga dari kalangan NU. Kepada sang seniornya itu, Cak Imin berujar telah sukses membawa PKB menjadi partai Islam dengan raihan suara terbesar di Pemilu 2019.

"Bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia," ujarnya.

Dengan modal itu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menargetkan PKB menjadi juara pada Pemilu 2024. Itu sebabnya muktamar kali ini memilih tempat di Bali.

Provinsi ini bukan wilayah mayoritas muslim apalagi NU dan menjadi kantong suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PKB ingin mengubah citranya dari partai agama menjadi nasionalis agamis. "Agar naik kelas," kata Cak Imin.

Presiden Jokowi pun sempat mempertanyakan strategi PKB di sela pidato dalam acara pembukaan muktamar. "Jangan-jangan PKB ingin meraih suara besar di Bali," ujarnya.

Sambil berkelakar, Jokowi memberikan sinyal kepada Gubernur Bali I Wayan Koster --politikus PDIP -- yang menghadiri pembukaan Muktamar PKB. "Hati-hati Pak Gub, hati-hati," ujarnya.

Kemudian, dalam pidato penutupnya Cak Imin mengajak para kader PKB meninggalkan sikap manja. Terutama kesan soal basis massa di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Manja karena suara tinggal sendok," katanya.

Ia mengatakan, untuk memperoleh suara tinggi harus kerja keras dari pengurus partai di daerah. Hal itu dicontohkan dari pengurus partai PKB di Jawa Timur.

"Suara tidak akan datang sendiri," ujarnya.

Pencapaian 58 kursi di DPR RI pada Pemilu Legislatif 2019 disebut Cak Imin akan membuat kader NU lebih banyak mendapatkan tempat dan panggung di lembaga-lembaga strategis. Ini bisa jadi senjata.

"Bukan jago kandang, tapi jago gelanggang melawan kekuatan lain," ujarnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR