KECELAKAAN TRANSPORTASI

Operasi KM Santika Nusantara dihentikan, 2 orang masih hilang

Petugas bersiap memindahkan tiga jenazah korban kapal  terbakar KM Santika Nusantara ke Surabaya, di Pulau Masalembo, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019) dini hari.
Petugas bersiap memindahkan tiga jenazah korban kapal terbakar KM Santika Nusantara ke Surabaya, di Pulau Masalembo, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019) dini hari. | PLP Tanjung Perak Surabaya/ZK /ANTARA FOTO

Badan SAR Nasional (BASARNAS) menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, bulan lalu. Saat mengobservasi kapal, petugas menemukan satu jasad sementara dua orang masih dinyatakan hilang.

"Pencarian sudah 16 hari dan berakhir per hari ini. Ini sudah diperpanjang dua kali," ujar Kepala Subdirektorat (Subdit) Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas, Agus Haryono, ketika dihubungi Beritagar.id pada Sabtu (7/9/2019).

Agus menyampaikan, kini timnya masih mengobservasi kapal. Jika dua orang yang dilaporkan hilang ditemukan, akan dibuka ke publik. Seorang di antaranya adalah perempuan bernama Raodah, sementara satu lainnya adalah laki-laki.

Kamis lalu (5/9/2019), tim BASARNAS menemukan satu jasad yang terbakar di dalam bangkai kapal. Kapal yang terbakar pada Kamis malam (22/8) ini berhasil dievakuasi ke Dermaga PT Indonesia Marina Shipyard di Gresik, Jawa Timur pada Senin (2/9/) atau bergeser 145 mil ke arah barat dari lokasi kejadian.

"Satu jasad ditemukan terbakar di car dek bagian belakang dekat tempat parkir di lokasi kebakaran," ucapnya.

Jenazah tersebut kini masih ditangani tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk diobservasi post mortem. Setelah proses identifikasi, aparat akan memberitahukan ke publik dan keluarga korban.

Hingga pencarian usai, total korban yang meninggal sebanyak empat orang. Sementara yang berhasil diselamatkan yakni 308 orang.

Agus menambahkan, jika ada warga yang masih kehilangan keluarga atau kerabat yang diduga menumpangi KM Santika Nusantara, bisa menghubungi Posko SAR di Kantor SAR Surabaya.

Sementara, penyebab kebakaran masih terus diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2012 (File PDF), KNKT bertugas menginvestigasi transportasi kecelakaan dan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait atas temuan tersebut. Selain itu, KNKT juga harus melaporkan hasil investigasi langsung kepada presiden.

Proses investigasi dimulai dengan mengumpulkan data yang ditampung dari hasil wawancara awak kapal dan penumpang yang berhasil diselamatkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR