SOROTAN MEDIA

Operasi senyap, DPR akan merevisi UU KPK

Ilustrasi: Massa yang mengatasnamakan diri Komite aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak Indonesia)  memberikan dukungan pada KPK.
Ilustrasi: Massa yang mengatasnamakan diri Komite aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak Indonesia) memberikan dukungan pada KPK. | Reno Esnir/nz /ANTARA FOTO

Operasi senyap untuk melemahkan pemberantasan korupsi terjadi lagi di DPR. Dalam rapat pleno tertutup Badan Legislasi (Baleg), Selasa (3/9/2019) malam, semua fraksi setuju UU No.30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi direvisi. Hari Kamis (5/9/2019) keputusan Baleg itu dibahas dalam Rapat Paripurna DPR.

Empat butir revisi dalam surat Baleg ke pimpinan DPR tak berbeda jauh dari rencana revisi. Antara lain pembatasan tentang penyadapan, status karyawan KPK sebagai ASN, kewenangan KPK untuk menghentikan penyidikan, serta pembentukan pengawas KPK.

Reaksi atas keputusan Baleg datang dari KPK. Menurut KPK saat ini yang dibutuhkan adalah revisi UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, bukan UU KPK. Para penggiat antikorupsi pun, menilai upaya DPR untuk melemahkan KPK tak pernah surut.

Ringkasan

  • Sidang Paripurna DPR untuk merevisi UU No.30/2002, tentang Komisi Pemberantasan Korupsi tengah berlangsung di DPR.
  • DPR kembali mengajukan revisi UU KPK, meskipun masyarakat selalu menolak keinginan DPR tersebut.
  • Anggota Komisi Hukum atau Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengklaim pemerintah dan parlemen sudah sepakat melakukan revisi UU KPK sejak 2017.
  • DPR beralasan, bahwa revisi UU KPK tersebut untuk memperkuat fungsi dan kewenangan KPK.
  • Tapi para penggiat antikorupsi menilai revisi UU KPK adalah upaya melemahkan KPK.
  • Pengaturan penyadapan akan membuat KPK tumpul dalam melakukan penyelidikan.
  • Kewenangan SP3, akan membuat KPK tidak berbeda dengan Jaksa dan Polisi. Dan kewenangan itu rawan untuk disalahgunakan.
  • Tanpa kewenangan SP3 KPK tidak bisa bermain-main dengan perkara, semua kasus yang masuk penyidikan harus berakhir di pengadilan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan detik.com dengan 6 pemberitaan, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 4 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 11:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 08:00 WIB dengan total 9 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 264 interaksi, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 10 interaksi. Selanjutnya akurat.co dengan 5 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR