Panduan memahami cerita di balik Panama Papers

Panama, salah satu negara bebas pajak
Panama, salah satu negara bebas pajak | Alejandro Bolivar /EPA

Panama Papers, Mossack Fonseca, perusahaan offshore, dan beragam kejahatan finansial tiba-tiba menjadi ramai di berbagai media nasional dan internasional dalam dua hari belakangan ini.

Bukan hanya itu saja, sejumlah pemimpin negara seperti Presiden Rusia, Vladimir Putin; Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson; Mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad; hingga Presiden Tiongkok, Xi Jinping, juga ramai disebut dalam dokumen yang bocor ke publik itu.

Jika bukan ahlinya, Anda pasti kebingungan dengan puluhan bahkan ratusan informasi yang muncul dalam waktu yang sangat singkat. Padahal, Panama Papers yang muncul ke khalayak itu baru 140 dari 11,5 juta dokumen yang berhasil diinvestigasi oleh Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (ICIJ).

Sebelum lebih banyak lagi dokumen yang dipublikasikan, Anda perlu memahami akar kejadian ini.

Mudahnya, kejadian ini muncul dari adanya praktik investasi atau pemindahan uang ke sebuah perusahaan yang berada di negara bebas pajak. Pemindahan uang itu biasanya dibantu oleh seorang perantara. Perantara dalam kasus ini adalah Mossack Fonseca.

Secara umum praktik ini diperbolehkan, termasuk pengelolaan uang di perusahaan yang dibentuk dengan bantuan perantara tadi.

Akan tetapi, praktik ini memiliki celah yang bisa digunakan oleh para penjahat finansial untuk melakukan kejahatan seperti: penghindaran pajak, pencucian uang, penjualan narkoba, pendanaan terorisme, pendanaan rezim brutal, dan lainya. Ini yang menjadi masalah.

Proses-proses yang terjadi dalam praktik pemindahan uang ini terdiri dari beberapa komponen, yakni:

Perusahaan cangkang/bayangan

Perusahaan ini sebenarnya sama dengan perusahaan pada umumnya. Tapi, seperti julukannya, perusahaan ini hanya sebatas cangkangnya saja, tidak ada isinya.

Struktur organisasinya dibuat seolah-olah ada. Bisa menggunakan nama pengacara, akuntan atau bahkan petugas janitor, yang tugasnya hanya untuk menandatangani dokumen perjanjian pembentukan perusahaan.

Fungsi perusahaan ini hanyalah mengatur uang yang mengalir di dalamnya, sambil tetap menyembunyikan siapa pemilik uang itu sebenarnya. Adakalanya orang-orang berduit yang menggunakan jasa ini bersembunyi dari otoritas atau dari mantan istri.

Perusahaan cangkang bisa juga disebut dengan perusahaan "kotak surat", karena tugas mereka yang tidak lain juga sebagai alamat untuk mengirimkan surat.

Pusat keuangan offshore

Jika Anda sudah memiliki perusahaan cangkang, Anda pasti tidak ingin meletakkannya di London, Paris, atau bahkan di Jakarta, di mana para petugas pajak bisa dan boleh melacaknya. Anda membutuhkan pusat keuangan offshore, atau lazim disebut tax haven.

Biasanya tax haven berada di negara-negara kepulauan kecil dengan fasilitas keuangan yang sangat rahasia dan kecil bahkan tidak ada pajak pada setiap transaksi keuangannya. Negara-negara itu di antaranya British Virgin Islands, Hong Kong, Panama, Singapura, dan lainnya.

Saham dan obligasi atas unjuk (bearer shares and bonds)

Untuk mempermudah Anda memindahkan uang dalam jumlah besar namun anonimitas tetap terjaga, pilihan memiliki saham dan obligasi atas unjuk adalah jawaban yang tepat.

Bearer shares and bonds adalah jenis saham dan obligasi yang nama pemiliknya tidak dicantumkan dalam sertifikatnya.

Cara kerja saham dan obligasi atas unjuk ini adalah siapa pun yang memilikinya, baik dalam dompet, laci atau kotak deposit, berhak memilikinya secara penuh, meski Anda "bukan" pemilik perusahaan itu. Besaran per lembar saham dan obligasi itu juga tidak sedikit, paling kecil sebesar USD14 ribu atau sekitar Rp185 juta.

Sangat cocok bagi Anda yang butuh melakukan transfer uang dalam jumlah besar dengan cepat. Apalagi jika saham atau obligasi ini disimpan di Panama, siapa yang akan tahu?

Sejak tahun 1982, pemerintah Amerika Serikat telah menghentikan penjualan saham dan obligasi jenis ini karena paling mudah digunakan bagi para penipu.

Pencucian uang

Praktik ini biasa dilakukan untuk mencuci uang "kotor" sehingga bisa dipakai lagi tanpa menimbulkan kecurigaan. Jika Anda seorang penjual narkoba, penipu, atau koruptor, Anda tidak mungkin bisa langsung menggunakannya karena akan langsung dicurigai.

Oleh karenanya, uang itu perlu dikirim ke negara bebas aturan untuk dipindahkan dalam bentuk saham dan obligasi unjuk, dengan kepemilikan perusahaan cangkang sehingga tidak akan ada yang tahu dari mana asalnya uang itu.

Selesai! Uang Anda menjadi bersih. Anda pun kemudian bisa menggunakannya untuk membeli yacht, berlibur ke Eropa, membayar sekolah anak atau mungkin apartemen mewah di Perancis.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR