PILPRES 2019

Panelis kunci rapat daftar pertanyaan debat capres

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjawab pertanyaan wartawan sebelum memulai Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Jumat (8/2/2019).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjawab pertanyaan wartawan sebelum memulai Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Jumat (8/2/2019). | Dhemas Reviyanto /AntaraFoto

Adu debat kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tinggal sepekan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai merampungkan segala persiapan yang diperlukan dalam debat kedua, salah satunya daftar pertanyaan untuk dua bakal calon presiden.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan proses penyusunan pertanyaan oleh panelis sudah mencapai 60 persen. KPU memberi tenggat waktu hingga Jumat, 15 Februari 2019, untuk penyusunan daftar pertanyaan.

Setelah rampung, KPU bersama panelis bakal melakukan finalisasi serta pemantapan materi (briefing) dengan moderator debat.

Arief mengaku tidak mengetahui sedikit pun perihal daftar pertanyaan debat yang disusun panelis. Berbeda dari penyelenggaraan debat pertama, kali ini KPU tidak akan memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada dua pasangan calon.

Pertanyaan itu bakal tetap dirahasiakan hingga saat debat dilangsungkan. Para panelis dan moderator bahkan harus menandatangani pakta integritas untuk menjamin kerahasiaan pertanyaan tersebut.

“Kalau tanya ke moderator, (mereka) belum tahu apa-apa soal pertanyaan karena dikunci oleh panelis dan baru di-brief Jumat malam atau Sabtu pagi,” kata Arief, dalam detikcom, Sabtu (9/2/2019).

Dua moderator yang ditunjuk pada debat kali ini adalah Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Arief belum mengumumkan format debat secara detail. Namun menurut rencana, pada setiap tema debat kali akan disiapkan minimal 5 pertanyaan.

Jumlah segmen pada debat kedua kemungkinan tidak berbeda dari pertama, yakni enam penggalan. Pada debat kali ini KPU berencana menyisipkan beberapa tayangan film berdurasi sekitar 30 detik pada segmen keempat.

Arief tidak menjelaskan materi film pendek tersebut. Namun, isi film dipastikan objektif dan tidak keluar dari materi debat.

“Nanti kita akan putar film dengan tema yang sedang terjadi. Kita ambil satu film acak. Masing-masing pihak (capres) dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling merespons jawaban lawan,” jelas Arief.

Adapun tema yang diusung pada debat kali ini adalah ketahanan energi dengan merujuk pada isu-isu seputar pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, serta infrastruktur.

Ada tujuh panelis yang ditunjuk, dengan koordinatornya adalah Sudharto P Hadi dari Universitas Diponegoro dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nur Hidayati sebagai sekretaris panelis.

Sementara lima lainnya adalah pakar tambang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arif, pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agustiawan, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika, dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Joni Hermana.

Koordinator panelis Sudharto mengatakan tiap panelis bakal mengelaborasikan seluruh pertanyaan sesuai dengan keahlian masing-masing. Selain juga menampung masukan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya.

“Kita berharap pertanyaan-pertanyaan kita mampu mewakili keprihatinan, kepedulian, dari seluruh rakyat Indonesia,” sebut Sudharto.

Bukan hanya KPU, dua kubu calon presiden juga telah menyiapkan strategi untuk berlaga dalam debat kedua ini.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Agus Sari—yang juga tergabung dalam tim ahli debat kedua—mengatakan calon presiden nomor urut 1 Joko “Jokowi” Widodo bakal mengangkat keberhasilan penegakan hukum dalam kasus lingkungan hidup.

Selain soal lingkungan hidup, tim Jokowi juga telah menyiapkan materi terkait harga dan ketersediaan energi dalam negeri.

Satu yang mungkin tak bakal dilewatkan Jokowi adalah upaya nasionalisasi perusahaan tambang seperti Blok Rokan Chevron dan juga Freeport Indonesia.

Kubu Prabowo juga tak mau kalah. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ahmad Muzani mengatakan Prabowo bakal mengedepankan gaya pertahanan dalam debat kedua.

Menurut wakil Ketua MPR ini, Prabowo akan tetap menjunjung prinsip tidak menyerang lawan pada debat nanti.

“Beliau ingin menang tidak dengan cara menepuk dada atau dengan kesombongan. Sehingga inilah prinsip yang terus beliau pegang teguh. Saya kira pada debat kedua tetap akan menjunjung tinggi integrity,” tukas Muzani dalam merdeka.com.

Untuk diketahui, pada putaran kedua ini, debat hanya akan diikuti oleh calon presiden. KPU tidak mewajibkan kehadiran calon wakil presiden, begitu pula jika mereka memutuskan untuk hadir di antara barisan penonton.

Debat akan ditayangkan oleh stasiun televisi yang berada di bawah naungan Grup MNC, yakni RCTI, GTV, MNC TV, dan iNews TV.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR