PEMILU 2019

Parpol menyambut hasil hitung cepat tanpa gejolak

Warga tengah memasukkan surat suara yang sudah dicoblosnya ke kotak suara di tempat pemungutan suara (TPS) di desa Naca, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Aceh, Rabu (17/4/2019).
Warga tengah memasukkan surat suara yang sudah dicoblosnya ke kotak suara di tempat pemungutan suara (TPS) di desa Naca, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Aceh, Rabu (17/4/2019). | Irwansyah Putra /Antara Foto

Bila hasil hitung cepat pemilihan presiden (pilpres) melahirkan saling klaim dan kekisruhan, respons terhadap quick count (QC) pemilihan anggota legislatif DPR RI (pileg) justru tanpa gejolak.

Semua partai menyikapi hasil QC dengan legowo. Tak ada klaim yang menyebut berbagai lembaga survei pelaku QC adalah partisan kubu tertentu.

Sambutan berbeda justru terjadi di bagian pilpres. Padahal semua lembaga survei itu melakukan QC untuk pilpres dan pileg.

Menurut hasil QC sejumlah lembaga survei, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara terbanyak. Dari QC empat lembaga; Indo Barometer, LSI Denny JA, Poltracking, dan Saiful Mujani Research Center (SMRC), PDIP meraih 18-19 persen.

Adapun di tempat kedua adalah Partai Gerindra dengan angka 13,45 persen (Indo Barometer), diikuti Golkar (11,63 persen), PKS (9,94), PKB (8,51), Nasdem (7,46), Demokrat (7,46), PAN (6,90), dan PPP (4,34).

Sembilan partai ini yang melewati ambang batas (parliamentary threshold) 4 persen sudah diprediksi sebelum pemungutan suara. Dominasi PDIP pun sesuai prediksi.

Yunarto Wijaya dari Charta Politika saat menjadi narasumber di TVOne, Rabu (17/4) mengatakan bahwa partai politik yang mencalonkan presiden dan punya tokoh-tokoh populer di dalamnya bakal meraih suara besar.

"Keberhasilan partai politik untuk meraih suara terbanyak dipengaruhi oleh langkah mereka mencalonkan presiden dan tokoh-tokoh di tubuh partai," tuturnya.

Ini bisa terlihat dari hasil QC untuk Partai Demokrat. Pada Pemilu 2014 saat masih berkuasa, mereka bisa berada di empat besar dengan 61 kursi DPR. Namun, pada 2019 ini perolehan kursi kemungkinan akan melorot hingga 42.

Perlu diketahui, penentuan ambang batas 4 persen dari suara sah nasional adalah amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Angka ini naik dari 3,5 persen pada Pemilu 2014.

Kenaikan ambang batas terjadi lantaran jumlah penduduk pun mengalami peningkatan. Penambahan diharapkan mewakili kepentingan seluruh penduduk.

Jumlah kursi DPR RI, seperti halnya DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk diperebutkan pada Pileg 2019 pun naik dibanding 2014. Pada Pileg 2014, kursi DPR yang tersedia adalah 560 kursi; sementara pada Pileg 2019 adalah 575 kursi.

Jadi bila menggunakan QC, yang tentu saja belum final dan bukan hasil resmi, PDIP bisa menduduki sekitar 112 kursi di Senayan. Dengan begitu ada kenaikan sedikit karena PDIP meraih 18,96 persen suara nasional pada 2014 dan menduduki 109 kursi DPR RI.

Namun begitu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menegaskan pihaknya menargetkan perolehan 20 persen suara untuk DPR. Itu sebabnya Puan yang masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu tetap menunggu hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi kita tunggu hasil real count dari KPU dan juga tetap optimistis suaranya tetap di atas 20 persen," kata Puan dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (18/4/2019).

Dari hasil QC, partai koalisi pendukung calon presiden petahana Joko Widodo akan mendominasi kursi DPR. Selain PDIP, ada pula Golkar di tiga besar.

Partai berlogo pohon beringin ini kemungkinan akan menduduki 66 kursi DPR. Sedangkan Gerindra sedikitnya akan menduduki 77 kursi DPR.

Adapun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan besar juga akan menambah jumlah kursi di DPR. Dari Pemilu 2014, PKS mendapat 40 kursi. Tapi pada 2019 ini, PKS kemungkinan meraih paling banyak 57 kursi.

"Alhamdulillah, suara PKS naik, di beberapa lembaga survei bahkan mencapai 9 persen," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang mempercayai hasil QC kepada Kompas.com, Kamis (18/4).

Sementara itu parpol baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal mencuri kursi di DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota jika melihat hasil QC. Antara lain; PSI lolos ambang batas untuk DPRD DKI, DPRK Aceh, DPRD Surabaya, Bogor, hingga Bandung.

Kepada Tribunnews, Ketua PSI Grace Natalie mengaku terkejut melihat hasil QC. Grace pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan suaranya untuk PSI.

"Hasil ini tak terduga, tapi itu akan menjadi sample buat kami selanjutnya, bahwa memang program-program kami masih bisa diterima oleh elemen masyarakat lainnya," ujar Grace, Kamis (18/4).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR