Pasal penjerat pimpinan Kerajaan Ubur-ubur

MUI Kota Serang, Banten mengeluarkan putusan bahwa ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan berdasarkan hasil rapat pleno MUI, Rabu (15/8/2018).
MUI Kota Serang, Banten mengeluarkan putusan bahwa ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan berdasarkan hasil rapat pleno MUI, Rabu (15/8/2018). | Fatwa MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Banten memutuskan ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan. Pimpinan Kerajaan Ubur-ubur pun terancam pelanggaran pasal 156 KUHP terkait Penodaan Agama dan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Vonis terhadap Kerajaan Ubur-ubur merupakan hasil rapat pleno MUI Kota Serang pada Rabu (15/8/2018) malam. Sekretaris Umum MUI Kota Serang, Amas Tadjuddin, dalam siaran persnya menyatakan, ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat sesuai pedoman MUI Pusat.

Kerajaan Ubur-ubur dipimpin oleh Aisyah Tusalammah Baiduri Intan dan Pejabat Kementerian Kepala Suku Kerajaan Ubur-ubur, Nursalim. Aisyah –Ratu Kerajaan yang kerap dipanggl Bunda--tinggal di "kerajaannya", sebuah rumah di Lingkungan Tower Indah Sayabulu RT 02/RW 07, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten.

MUI Kota Serang menemukan lima ajaran sehingga membawa kesimpulan sesat. Pertama, Aisah meyakini sebagai perwujudan Allah SWT sanghiyang tunggal, memiliki makam dan petilasan di Kota Serang.

Kedua, Aisah meyakini bahwa nabi Muhamad SAW adalah berjenis kelamin perempuan, asli lahir di Sumedang Jawa Barat. Ketiga, Aisah dan pengikutnya meyakini bahwa beriman kepada yang Goib sesuai al Quran Surat Al Baqoroh adalah beriman kepada Nyi Roro (Ibu Ratu Kidul).

Keempat, Aisah dan pengikutnya berkeyakinan bahwa kakbah di Mekkah bukan kiblat tempat salat, melainkan hanya rumah nabi tempat memuja. Kelima, Aisah dan pengikutnya meyakini bahwa Hajar Aswad disukai dan diciumi oleh orang Islam karena berbentuk kelamin perempuan.

"Oleh karena itu Kerajaan Ubur Ubur harus dibubarkan dan diproses hukum," kata Amas dalam siaran persnya. "Selanjutnya Aisah selaku raja dan para pengikutnya diminta untuk taubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar dan akan dibina oleh MUI Kota Serang."

Kerajaan Ubur-ubur menggelar ritual setiap malam Jumat di kediaman Aisyah. Ada 12 pengikutnya yang tinggal menetap di Kerajaan Ubur Ubur, yang telah dua tahun berdiri. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, dan Cilegon.

Amas mengatakan ritual yang memicu keresahan warga sekitar. Surya Miharja, Ketua RT 02 mengatakan, Aisyah dan suaminya Rudi Chairul Anwar baru dua tahun menetap di lingkungannya.

Rudi adalah tunanetra yang membuka praktik pengobatan alternatif. "Pasiennya cukup banyak dari luar kota karena Pak Rudi sangat baik dan katanya mampu mengobati segala penyakit," kata Surya.

Awalnya para tetangga mengira tamu-tamu Rudi datang untuk berobat. Kecurigaan baru muncul setelah Rudi dan istrinya menggelar pengajian di yang tak biasa di rumah. Ada yasinan, tapi saat tahlilan dilakukan sambil joget.

Karena dugaan aliran sesat, warga kemudian melaporkan Kerajaan Ubur-ubur itu ke MUI dan kepolisian. MUI telah mengeluarkan vonis sesat dan polisi pun membekukan kegiatan Kerajaan Ubur-ubur.

Kapolres Serang AKBP Komarudin mengatakan, masih berkordinasi dengan kejaksaan untuk menentukan tindak pidana apa yang tepat diberikan kepada pimpinan Kerajaan Ubur-ubur.

"Kami berkoordinasi dengan kejaksaan untuk mendalami, berdasarkan bukti dan dokumentasi yang ada untuk merumuskan unsur apa yamg akan menjerat hukum," kata Kapolres, dilansir Sindonews, Jumat (17/8/2018).

Komarudin mengatakan, Aisyah dapat terancam Pasal 156 KUHP terkait Penodaan Agama.

Pasal itu menyatakan, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Selain pasal penodaan agama, kepolisian juga menyiapkan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kata Komarudin, Aisyah menyebarkan ajarannya melalui videonya yang berisi caci maki dan disebarkan melalui akun Facebook dan YouTube.

Dalam tayangan video, Aisyah mengaku mendapatkan tugas dari 12 bintang dan 12 dewa ke bumi. Bagaimana Aisyah mendapat ide nama ubur-ubur untuk kerajaanya?

"Menurut mereka, kenapa diberi nama Kerajaan Ubur-ubur, karena mempunyai filosofi kalau ubur-ubur bersatu bisa menenggelamkan kapal," Komarudin.

Simak cerita bergambar Kerajaan Ubur-ubur.

BACA JUGA