PASAR TRADISIONAL

Pasar Kramat Jati kini berpredikat sehat

Foto ilustrasi pasar sehat.
Foto ilustrasi pasar sehat. | Wahyu Putro A. /Antara Foto

Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur memiliki predikat baru sebagai pasar sehat. Predikat tersebut disematkan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek pada Jumat (19/10/2018).

Saat ini pasar di sekitar Cililitan itu telah tertata dengan rapi. Para pedagang diatur dalam zonasi jenis dagangan tertentu.

Jadi tak ada dagangan yang tercampur. Pedagang daging sapi, ayam, dan ikan akan berada dalam zonanya sendiri.

Area dagang pun harus selalu bersih dari tetesan air daging. Selesai bertransaksi, para pembeli juga bisa tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan di wastafel yang dilengkapi sabun.

Pengaturan yang sama juga berlaku bagi zona sayur, pakaian, kain, obat-obatan, hingga logam mulia, Semuanya tertata dengan apik dan resik.

Guna menjaga kebersihan pula, tempat-tempat sampah berwarna kuning diletakkan di setiap sudut. Manager PD Pasar Jaya Kramat Jati, Agus Laman, mengungkapkan bahwa tempat sampah sengaja ditempatkan di banyak tempat.

"Tempat sampah sudah kita sediakan agar mempermudah mereka (pedagang dan konsumen) untuk membuang sampah. Kemudian kita juga punya radio lane untuk mensosialisasikan buang sampah pada tempatnya," ujar Agus saat ditemui Kompas.com, Senin (22/10).

Pasar ini juga memiliki toilet umum yang sama bersihnya. Dindingnya dilapis keramik dengan warna krem dan abu-abu tua. Ada bunga yang berfungsi sebagai pemanis pada sudut ruangan. Tak lupa tempat cuci tangan yang dilengkapi cermin berukuran 30x50 cm ada di sana.

Toilet pun terpisah untuk perempuan dan laki-laki seperti halnya di gedung-gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan. Letaknya pun sangat mudah ditemukan dan ada petunjuk arah untuk menandakan posisinya.

Pasar ini juga menyediakan ruang laktasi atau ruangan untuk ibu menyusui. Luasnya cukup besar hingga 78 meter persegi. Di dalam ruang tunggu tersedia beberapa kursi dan ibu yang hendak menyusui bisa masuk ke ruangan kecil dengan pelindung tirai bercorak bunga-bunga.

Tak perlu khawatir bau tak sedap akan menyeruak ke dalam karena pengelola menyediakan semprotan pengharum ruangan. Ada juga kipas angin, dispenser, dan pendingin minuman.

Penobatan pasar sehat bagi Pasar Kramat Jati dilakukan dalam rangkaian program menuju Hari Kesehatan Nasional ke-54 yang jatuh pada 12 November 2018. Nila Moeloek pun mengungkapkan apresiasinya.

Misalnya, sirkulasi udara di dalam pasar berjalan baik. Lalu Nila juga menilai jamban sangat bersih dan bagus.

"...Saya tetap ingatkan untuk dijaga kebersihannya, artinya semua orang harus tanggung jawab," tutur Nila seperti dilansir Bisnis.com, Jumat (19/10).

Untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional tahun ini, Nila telah melakukan peninjauan ke sejumlah pasar yang masuk kategori Pasar Tradisional Bersih. Sementara pasar sehat adalah peningkatan dari "standar bersih" yang bisa terwujud melalui kerjasama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Kriteria Pasar Sehat ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 519 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat. Pelaksaannya diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

Di dalamnya ada enam aspek lingkungan pasar. Masing-masing adalah lokasi, bangunan, sarana pendukung kebersihan dan sanitasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain Kramat Jati, ada lima pasar lain yang dijadikan sebagai percontohan pasar sehat. Mereka ialah Pasar Cibubur di Jakarta Timur, Pasar Grogol di Jakarta Barat, Pasar Koja Baru di Jakarta Utara, Pasar Johar Baru di Jakarta Pusat, dan Pasar Tebet di Jakarta Selatan.

Selain kategori pasar bersih dan sehat, ada pula kategori pasar aman. Di pasar jenis ini, biasanya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pembinaan agar tak ada bahan pangan berbahaya yang dijual.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR