Pasokan berlebih, pemerintah batasi investasi pabrik semen

Dua pekerja mengangkut semen saat akan didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur di Pelabuhan Potere, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (04/01/2017).
Dua pekerja mengangkut semen saat akan didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur di Pelabuhan Potere, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (04/01/2017).
© Akbar Tado /ANTARA

Pemerintah akan membatasi ekspansi industri semen di Indonesia. Pasalnya, pasokan semen dalam negeri saat ini lebih besar daripada kebutuhannya. "Pada 2016, posisinya oversupply 25 persen dari kebutuhan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Gresik, Senin (09/01/2017), seperti ditulis Tempo.co.

Tahun depan, kalau tidak ada pembatasan ekspansi, angka oversupply itu bisa melonjak lebih dari 30 persen. Konsumsi semen nasional Indonesia saat ini sekitar 243 kilogram per kapita. Sebenarnya, jumlah itu jauh lebih kecil ketimbang Malaysia yang mencapai 751 kilogram per kapita, Thailand 443 kilogram per kapita, dan Vietnam 661 kilogram per kapita.

Kalau melihat dari kebutuhan semennya sepanjang tahun, saat ini berada di angka 65 juta ton. Sementara itu, kapasitas terpasang dari industri semen mencapai 102 juta ton.

Pemerintah sedang menunggu sampai angka kebutuhan semen mencapai 80 juta ton dalam waktu tiga tahun. Baru setelah itu, pembatasan investasi pabrik semen dilakukan. "Mekanisme secara jelasnya belum dipastikan apakah moratorium atau bukan," ujar Airlangga.

Yang paling banyak mengonsumsi semen saat ini adalah sektor infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah mendorong supaya investasi di sektor industri meningkat sehingga mendorong perekonomian masyarakat.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso mengatakan, pihaknya sudah lama meminta pemerintah untuk memoratorium pendirian pabrik semen karena kondisi oversupply produk itu. "Untuk menyeimbangkan utilisasi, banyak produsen jadi melakukan ekspor," katanya, seperti ditulis oleh Jawapos.com.

Namun, kondisi oversupply ternyata tidak terjadi pada PT Semen Indonesia. Utilisasi pabriknya hampir 100 dengan kapasitas terpasang 30 juta ton per tahun dan angka penjualannya bisa mencapai 29,2 juta ton.

Namun demikian, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto, mengatakan sangat mendukung pembatasan investasi pabrik semen. Selama ini kelebihan pasokan memang terjadi di Pulau Jawa. Namun kebutuhannya di pulau-pulau yang belum memiliki pabrik semen, seperti di Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku masih sangat tinggi.

Agung memastikan pembatasannya tidak berlaku untuk investasi yang sudah terjadi. "Pabrik kami di Rembang (Jawa Tengah) akan tetap jalan karena moratorium tidak bisa kembali (back date)," katanya.

Sepanjang 2013-2017 sebanyak 12 investor siap menggelontorkan dana sekitar Rp 6,68 miliar (Rp 65 triliun) untuk membangun semen di Indonesia. Kapasitas produksi semen dalam negeri bakal naik jadi 108,77 juta ton.

Ada enam pemain lama yang bakal menambah kapasitas produksinya sebanyak 35,3 juta ton dengan investasi Rp 4,83 miliar (Rp 47 triliun). Mereka adalah Semen Indonesia, Lafarge Cement Indonesia, PT Semen Baturaja (Persero), PT Indocement TP Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, serta PT Semen Bosowa.

Investor baru juga ikut meningkatkan kapasitas produksi semen lokal sebanyak 13 juta ton dengan investasi US$ 1,85 miliar (Rp 18 triliun). Investor ini terdiri atas China Triumph (Tiongkok), Anhui Cement (Tiongkok), State Development and Investment Cooperation (Tiongkok), Siam Cement (Thailand), PT Jhui Shin Indonesia atau Semen Karawang (Taiwan), dan Semen Merah Putih.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.