PENINDAKAN KORUPSI

PDIP diduga terima uang hasil korupsi Bupati Cirebon

Mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra jelang diperiksa KPK, Jakarta, Senin (5/11/2018). Sunjaya memberi uang Rp250 juta untuk PDIP untuk acara kepemudaan dan penerimanya mengakui.
Mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra jelang diperiksa KPK, Jakarta, Senin (5/11/2018). Sunjaya memberi uang Rp250 juta untuk PDIP untuk acara kepemudaan dan penerimanya mengakui. | Wahyu Putro A /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada duit hasil korupsi mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang mengalir ke PDI Perjuangan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, sesuai fakta persidangan yang menyebutkan ada uang Rp250 juta diduga digunakan untuk Kongres Sumpah Pemuda PDIP pada 2018.

"Uang sekitar Rp250 juta itu sudah dikembalikan, namun tetap kami sita untuk bagian dari barang bukti," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2019), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Uang itu berasal dari terpidana korupsi Sunjaya. Karena itu Febri melanjutkan, untuk mengonfirmasi fakta persidangan tersebut KPK memeriksa sejumlah saksi termasuk anggota DPR dari PDIP. "Kami melakukan pemeriksaan beberapa orang. Salah satu saksi dari 146 saksi itu adalah Nico Siahaan dan sejumlah anggota DPRD," kata Febri.

Nico Siahaan, anggota DPR dari PDIP, mengakui menerima uang itu. Tahun lalu, partainya menggelar acara kepemudaan bertajuk Satu Indonesia Kita dan dia menjadi ketua acara tersebut.

Oktober tahun lalu, Sunjaya dicokok KPK karena suap jual beli jabatan. KPK menangkap Sunjaya saat menerima duit Rp100 juta usai melantik Gatot Rachmanto sebagai Sekretaris Dinas PUPR Cirebon.

Uang haram yang dia kumpulkan, salah satunya diduga mengalir ke PDIP. “Saya sebagai ketua panitia kepemudaan tidak pernah memaksa Sunjaya untuk menyumbang pada kegiatan kepemudaan. Termasuk jumlah bantuannya,” kata Nico, seperti dinukil dari Jawapos.com, Desember tahun lalu. Nico mengklaim mengaku tidak tahu-menahu soal kasus korupsi Sunjaya.

Sunjaya sendiri adalah Bupati Cirebon dua periode yang diusung PDIP. Ia terpilih pada 2013, kemudian maju lagi tahun lalu dan terpilih lagi. Usai dilantik Mei lalu, ia langsung diberhentikan. Sebab, sepekan kemudian ia dihukum 5 tahun karena kasus korupsi jual beli jabatan.

Kemarin, Sunjaya ditetapkan lagi sebagai tersangka cuci uang. Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif Sunjaya diduga menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaannya. Total penerimaan lain yang diterima Sunjaya mencapai Rp51 miliar.

Syarif menjelaskan, Sunjaya memerintahkan bawahannya membeli tanah di Kecamatan Talun Cirebon sejak tahun 2016 sampai dengan 2018 senilai Rp9 miliar. "Transaksi dilakukan secara tunai dan kepemilikan diatasnamakan pihak lain," kata Syarif, seperti dikutip dari rmco.id.

Selain itu, Sunjaya juga memerintahkan bawahannya untuk membeli 7 kendaraan bermotor yang diatasnamakan pihak lain. Yakni Honda H-RV, B-RV, Honda Jazz, Honda Brio, Toyota Yaris, Mitsubishi Pajero Sport Dakar, dan Mitsubishi GS41. "Perbuatan-perbuatan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan," tutur Syarif.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR