PDIP kalah lagi di pemilihan kepala daerah

Pasangan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Pasangan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
© Hafidz Mubarak /Antara Foto

Hari-hari panjang penuh pertentangan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta--yang berlangsung dua putaran--berujung pada keunggulan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Simpulan itu didapat setidaknya jika menengok hasil penghitungan formulir C1 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pada Kamis (20/4) malam.

Beralaskan data dari 13.034 tempat pemungutan suara (TPS), pasangan petahana, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat meraih 2.351.438 suara atau 42,05 persen. Sementara, pasangan nomor urut tiga mengumpulkan 3.240.379 suara atau 57,95 persen.

Di fase pemilihan kali ini, Anies-Sandi sukses menangguk mayoritas suara di enam wilayah Jakarta (Barat, Utara, Pusat, Timur, Selatan, dan Kepulauan Seribu).

Kemenangan mencolok pasangan tersebut tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Padahal, pada Pilkada putaran pertama, pasangan Ahok-Djarot masih unggul di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Hasil sementara yang tak berpihak kepada pasangan nomor urut dua itu memperpanjang lis politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tumbang di arena pemilihan kepala daerah.

Sebelum kekalahan di DKI, Rano Karno sebagai gubernur petahana Provinsi Banten dikalahkan oleh pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy usungan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Kesejahteraan Sosial, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Gerakan Indonesia Raya pada Februari.

Wahidin meraup 50,95 persen suara, sedangkan Rano Karno 49,05 persen.

Pada 2013 di Bali--basis massa PDIP paling loyal--calon usungan partai, Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan terjungkal di hadapan usungan Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, dan Partai Hanura.

Dalam persaingan itu, Puspayoga mendapatkan 49,98 persen suara, sementara rivalnya, Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta, menggapai 50,02 persen suara.

Di Sumatera Utara, usungan PDIP, Effendi Simbolon, dikalahkan politikus PKS, Gatot Pujo Nugroho. Sementara di Jawa Barat, pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki tak meraih cukup suara untuk mengalahkan usungan PKS, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Pasangan Bambang Dwi Hartono dan Said Abdullah menyumbang kekalahan PDIP di Jawa dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur. Mereka takluk dari pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

Menyikapi hasil pertarungan politik terkiwari di Jakarta, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Hendrawan Supratikno menunjuk pada sejumlah faktor.

Menurutnya, dilansir detikcom, "birokrat yang ditemui mengatakan, 'Aduh kalau Ahok menang lagi, penderitaan kami makin panjang, enggak bisa main-main anggaran.' Pengusaha yang saya temuin, 'Apa sih untungnya Ahok jadi gubernur?'"

Lalu, ia juga berkomentar mengenai "masa kampanye yang cukup panjang...menciptakan keletihan yang struktural," selain pula koordinasi "yang susah dilakukan, contohnya di (Jakarta Barat) dan (Jakarta Pusat)".

Di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan pasangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi, menuding intimidasi di TPS ikut menggerus perolehan suara calonnya.

"Tapi, ya masyarakat sudah memilih dan semesteran quick count sudah menghasilkan ini tunggu dari hasil KPU DKI Jakarta saja," ujarnya, Rabu (19/4), seperti ditulis Merdeka.com.

Daya lebih besar agaknya bakal diarahkan ke pemilihan gubernur Jawa Barat 2018, sebagaimana diraba oleh pengamat politik Universitas Padjadjaran, Firman Manan.

"Kalau konteks partai saya kira PDIP akan all out di Jabar," ujarnya, Kamis (20/4), dikutip detikcom.

Dalam hematnya, Ridwan Kamil bakal punya peluang dicalonkan.

"Kalau (benar begitu) maka koalisi PDIP dan Nasdem akan tetap koalisi di Pilgub Jabar nanti," katanya.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.